Cerita Peletakan ’’Batu Pertama’’ Revitalisasi Eks Pelabuhan Ampenan Kedua, Kali Ini Pemkot Mataram Makin Pede

Euforia revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan, kembali terjadi. Setelah sebelumnya, setahun empat bulan yang lalu atau 19 Maret 2012, juga pernah dilakukan peletakan batu pertama untuk hajat serupa. Waktu itu, investor yang dipercaya Pemkot Mataram, PT. Gunung Lawoe Mercu Buana (GLMB) gembar-gembor akan membangun hotel dan sejumlah fasilitas lainnya yang dibungkus dengan judul Ampenan Harbour. Kini setelah resmi memutuskan kerjasama dengan PT. GLMB, ceritanya berubah.

MESKI tertatih-tatih, Pemkot Mataram tetap berkeinginan melanjutkan hajatnya untuk mengembalikan kejayaan kota tua Ampenan. Jadilah, sekitar dua pekan lamanya pascadibentuknya tim revitalisasi yang diketuai Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana membersihkan kawasan eks Pelabuhan Ampenan dari bangunan-bangunan milik PKL. Protes yang sempat mewarnai aksi penertiban kawasan eks Pelabuhan Ampenan tidak menyurutkan langkah tim revitalisasi.

Puncaknya, Kamis (4/7) malam, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh di hadapan sejumlah pejabat yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah, termasuk tim revitalisasi, kembali melakukan peletakan batu pertama. Ini adalah peletakan batu pertama yang kedua, setelah Maret tahun lalu dilakukan oleh Gubernur NTB untuk pembangunan Ampenan Harbour. Bedanya, jika dulu peletakan batu pertama dilakukan pada pagi hari, Kamis malam lalu, peletakan batu pertama oleh Walikota Mataram justru dilakukan malam hari.

Peletakan batu pertama revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan malam itu dirangkai dengan selamatan. Pada kesempatan itu, Walikota Mataram menyatakan, pemanfaatan eks Pelabuhan Ampenan sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Mataram yang sekaligus dapat meningkatkan perekonomian, khususnya bagi masyarakat Ampenan, terus diikhtiarkan. Masyarakat Ampenan menggantungkan harapan besar terhadap revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan.

Penataan Kota Tua Ampenan, katanya, merupakan usaha Pemkot Mataram untuk mengembalikan kawasan yang pernah menjadi pintu masuk ke Pulau Lombok, menjadi kawasan yang tetap mempertahankan nilai historisnya. Disamping itu masuknya kota tua Ampenan dalam daftar Kota Pusaka di Indonesia, menjadikan revitalisasi ini sangat penting artinya bagi masyarakat Kota Mataram.

Kali ini Pemkot Mataram lebih pede (percaya diri, red). Ini terlihat dari sikap Walikota Mataram yang begitu bangga dengan hasil kerja tim revitalisasi. ‘’Progres yang telah dicapai sejauh ini dalam merevitalisasi kota tua dan eks Pelabuhan Ampenan sudah sangat baik. Bahkan dari Diskoperindag Kota Mataram telah menyiapkan 50 lapak untuk pedagang di sekitar kawasan Pantai Ampenan. Ini sebagai komitmen kami dalam merubah wajah Pantai Ampenan menjadi lebih baik, sehingga sorotan-sorotan negatif yang selama ini mewarnainya dapat kita hilangkan,’’ terang Ahyar.

Program ini sejalan dengan fokus pembangunan Kota Mataram yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi kerakyatan di samping pembangunan dalam bidang Pendidikan. Revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan merupakan rangkaian dari penataan 9 km bibir pantai Kota Mataram dan penataan kota tua Ampenan. Masyarakat sangat berharap, kali ini euforia revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan berakhir pula dengan euforia keberhasilan mengembalikan kota tua Ampenan yang tersohor itu. (fit)

Komentar