Lobar Dinilai Tak Adil, Ketua Komisi III Usulkan Mataram Bentuk PDAM Sendiri

Mataram (Suara NTB) –
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram, ST., mengusulkan kepada Sekda Kota Mataram yang juga Ketua Dewan Pengawas PDAM Giri Menang, Ir. HL. Makmur Said, MM., agar sebaiknya Kota mataram mengikuti jejak Pemda KLU, membentuk PDAM sendiri. Ia menilai, Lobar tidak adil dalam pembagian dividen yang mengacu pada besarnya saham yang dimiliki Pemkot Mataram di perusahaan plat merah tersebut.

‘’Kenapa kita tidak bentuk PDAM sendiri. Masalah sumber air, saya kira sekarang teknologi sudah canggih, itu tidak jadi masalah,’’ ujarnya dalam rapat gabungan eksekutif dan legislatif di DPRD Kota Mataram, Selasa (9/7) kemarin. Sahram mengusulkan memanfaatkan sungai sebagai sumber air. Ia yakin, dengan teknologi yang ada, sangat memungkinkan untuk melakukan pemurnian ataupun penyulingan. ‘’Di Jakarta saja, air tinja yang dimurnikan sebagai sumber air,’’ sebutnya.

Ia gusar lantaran selama ini Pemkab Lobar memutuskan nilai saham maupun dividen secara sepihak. Karenanya, harus ada keberanian dari Dewan Pengawas terkait masalah ini.

Menanggapi usulan yang dilemparkan politisi PAN itu, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., mengatakan, sampai saat ini, tarif PDAM di Mataram adalah termurah se-Indonesia. Bahkan, katanya, tarif PDAM Kota Mataram lebih murah daripada tarif PDAM di Bima. Untuk membentuk PDAM sendiri seperti yang dilakukan Pemda KLU, bisa saja dilakukan oleh Pemkot Mataram. Hanya saja, hal itu nantinya akan sangat memberatkan.

Ia mencontohkan Kota Malang yang membeli air dari Kota Batu dengan harga Rp 300 per kubik, setelah dikelola, kemudian dijual dengan harga Rp 4.000 per kubik. Sementara itu di Jakarta saat ini tarif PDAM mencapai Rp 5.000 per kubik. Di Mataram, sambung makmur Said, jika dilakukan pemurnian air sungai sebagai sumber air PDAM, harga jual kepada masyarakat bisa mencapai Rp 7.000 per kubik. ‘’Tidak bisa saya bayangkan bagaimana Dewan berkomentar terhadap tarif air yang naik dari Rp 600 menjadi Rp 7.000 per kubik,’’ terangnya. (fit)

Komentar