Mataram
(Suara NTB) –
Moratorium
pengiriman PRT (Pembantu Rumah Tangga) untuk bekerja ke luar negeri pada tahun
2017 mendatang, diapresiasi Walikota
Mataram, H. Ahyar Abduh. Ditemui Suara
NTB di Pendopo Walikota Mataram,
Jumat (26/7) kemarin, Ahyar menyatakan kesiapan Kota Mataram untuk mengirim
tenaga-tenaga terampil ke luar negeri.
Bahkan,
lanjut dia, saat ini Kota Mataram sudah mulai mengirim tenaga-tenaga terampil
yang notabene lulusan SMK untuk memenuhi permintaan dari perusahaan-perusahaan
di luar negeri. ‘’Kita banyak permintaan tenaga terampil untuk bekerja di
bidang perhotelan,’’ akunya.
Permintaan
itu, kata dia, datang dari sejumlah negara seperti Malaysia, Taiwan dan Kanada.
Sehingga kalaupun nantinya ada moratorium pengiriman tenaga PRT, pihaknya
mengaku siap. Kesiapan ini sejalan dengan banyaknya lulusan SMK di Mataram yang
diyakini memiliki kualitas yang tidak kalah dengan tenaga dari daerah lain.
Seperti
diketahui Indonesia merencanakan akan menghentikan penempatan pembantu rumah
tangga tahun 2017 dan mengganti dengan tenaga terampil. Tenaga trampil yang
akan disiapkan untuk dikerahkan ke luar negeri termasuk perawat kebutuhan
khusus, sopir dan juga mereka yang dapat dipekerjakan di toko atau sektor
ritel. (fit)
Komentar