Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2012, Walikota Sebut Realisasi Anggaran Surplus Rp 14,951 Miliar Lebih
Mataram
(Suara NTB) -
Pemkot
Mataram, Sabtu (29/6) mengajukan raperda laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBD Kota Mataram tahun anggaran 2012. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam
sambutannya di hadapan sidang paripurna di DPRD Kota Mataram, menyebutkan,
meski dalam rencana anggaran dialokasikan defisit, namun dalam pelaksanaannya mengalami surplus
realisasi anggaran sebesar Rp 14,951 miliar lebih. Menurut Walikota, APBD 2012
secara umum telah dapat dilaksanakan dengan baik. Adapun capaian realisasi
keuangan sebesar Rp 740,28 miliar lebih atau 91,31 persen dari anggaran sebesar
Rp 810,75 miliar lebih.
Raperda
tentang pertanggungjawaban APBD 2012 akan memberikan gambaran upaya dan
kesungguhan Pemkot Mataram bersama masyarakat dalam menjalankan berbagai
program dan kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Pada sisi anggaran,
sampai dengan perubahan APBD 2012, direncanakan defisit Rp 88,849 miliar lebih.
Pendapatan dianggarkan Rp 721,899 miliar lebihp dan berhasil direalisasikan
sebesar Rp 755,234 miliar lebih atau 104,62 persen dari target yang ditetapkan.
Terdiri dari, PAD dari target Rp 78,841 terealisasi Rp 95,877 miliar lebih atau
121,61 persen. Dana perimbangan dianggarkan Rp 530,572 miliar lebih,
terealisasiu Rp 544,988 miliar lebih atau 102,72 persen serta lain-lain
pendapatan yang sah dianggarkan Rp 112,484 miliar lebih, terealisasi Rp 114.358
miliar lebih.
Sementara
jumlah belanja dianggarkan Rp 810,748 miliar lebih, terealisasi Rp 740,283
miliar lebih atau 91,31 persen dari anggaran Rp 810,748 miliar lebih. Terdiri
dari belanja pegawai dan belanja gaji dianggarkan Rp 426,835 miliar lebih,
terealisasi Rp 399,983 miliar lebih atau 93,71 persen. Belanja hibah
dianggarkan Rp 24,582 miliar lebih, terealisasi Rp 23,296 miliar lebih atau
94,77 persen. Belanja Bansos dianggarkan Rp 20,400 miliar lebih, terealisasi Rp
13,454 miliar lebih atau 65,95 persen. Belanja tidak terduga dianggarkan Rp
2,26 miliar lebih dan terealisasi Rp 50 juta atau 2,47 persen. Sedangkan
belanja langsung dianggarkan Rp 336,904 miliar lebih, terealisasi Rp 303,498
miliar lebih atau 90,08 persen. Terdiri dari belanja pegawai yang dianggarkan
Rp 57,26 miliar lebih, terealisasi Rp 52,326 miliar lebih atau 91,76 persen.
belanja barang dan jasa dianggarkan Rp 121,161 miliar lebih, terealisasi Rp
115,793 atau 95,57 persen. dan belanja modal dianggarkan Rp 158,716 miliar dan
terealisasi Rp 135,378 miliar lebih atau 85,30 persen.
Defisit
tersebut, kata Walikota, karena adanya pembiayaan untuk proyek-proyek luncuran
dalam kontrak multiyears dan penanggulangan biaya kenaikan gaji PNS. Menutupi defisit
tersebut, dibentuk rekening pembiayaan yang bersumber dari Silpa tahun anggaran
2011 sebesar Rp 91,599 miliar lebih dengan realisasi 100 persen. Sedangkan
pengeluaran pembiayaan dianggarkan Rp 2,750 miliar lebih yang merupakan
investasi penyertaan modal pada empat perusahaan daerah, yakni PT. Bank NTB,
PDAM Menang Mataram, BPR LKP Ampenan dan PT. Jamkrida NTB dengan realisasi 100
persen.
.
Dalam
pelaksanaan pengelolaan APBD 2012, Pemkot Mataram, demikian Walikota, telah
melaksanakan prinsip efisiensi dan efektif. Sehingga dalam rencana anggaran
dialokasikan defisit namun dalam pelaksanaannya mengalami surplus realisasi
anggaran Rp 14,951 miliar lebih. Surplus ini merupakan selisih positif antara
pendapatan dengan belanja pada laporan realisasi anggaran. Surplus ini terdiri
dari surplus APBD Rp 15,634 miliar lebih dan defisit di RSUD Kota Mataram
sebagai BLUD Rp 683 juta lebih. Mengacu pada sistem pengelolaan APBD yang
dilaksanakan Pemkot Mataram dengan peningkatan kemampuan daerah melalui
optimalisasi sumber-sumber pendapatan dan penekanan efisiensi dan efektivitas
belanja, maka dalam pelaksanaan audit laporan keuangan yang diselenggarakan BPK
RI, Mataram mendapat opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian).
''Terhadap
hasil audit ini, sebagai pribadi tentunya kami belum merasa puas. Sebenarnya
target kita itu WTP (Wajar Tanpa Pengecualian, masak mau WDP terus,'' tuturnya.
Namun demikian, sebagai kepala daerah, hasil tersebut sudah cukup baik.
Menyikapi belum optimalnya pengelolaan aset daerah pada tahun 2012, Pemkot
Mataram telah melaksanakan inventarisasi aset bekerjasama dengan BPKP Provinsi
Bali dalam membangun Simda barang milik daerah, dengan Unram dalam menyusun
regulasi dan dengan KPKNL dalam penilaian tanah dan gedung yang belum memiliki
nilai serta rekonsiliasi aset antara Simda barang milik daerah dengan Simda
keuangan.
Hasil
yang telah dicapai diantaranya tersedianya kartu inventaris ruangan,
tersusunnya kartu inventaris barang dan rekonsiliasi data antara Simda keuangan
dan Simda BMD per SKPD. Selain itu, beberapa aset tanah dan gedung yang belum
ada nilainya tahun lalu, kini sudah memiliki nilai sesuai hasil penilaian KPKNL
Mataram. Terhadap pidato Walikota Mataram, pimpinan sidang, H. Didi Sumardi,
SH., didampingi Wakil Ketua I Wayan Sugiartha, meminta kepada para ketua fraksi
untuk mengarahkan anggotanya guna menyusun pemandangan umum fraksi-fraksi
Dewan. Kesimpulannya, Dewan menerima raperda laporan pertanggungjawaban
pelaksanaan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2012 untuk dibahas oleh fraksi-fraksi
Dewan. Sidang paripurna tersebut juga dihadiri jajaran Muspida, pimpinan SKPD
serta 24 anggota DPRD Kota Mataram yang telah menandatangani daftar hadir dari
total 35 anggota DPRD Kota Mataram. (fit/*)
Komentar