Soal Pembentukan Dua SKPD Baru, Walikota Janjikan Prosedur Perizinan Tak Berbelit-belit

Mataram (Suara NTB) -
Rencana pembentukan dua SKPD baru yang saat ini draf raperdanya telah masuk ke DPRD Kota Mataram, nampaknya akan memberi harapan baru. Pembentukan BPMP2T (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu) misalnya. Dileburnya sub bagian penanaman modal pada Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan prosedu yang tidak berbeli-belit.

Demikian Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, menjawab Suara NTB di Pendopo Walikota Mataram, Jumat (26/7) kemarin. selama ini ada kelemahan-kelemahan yang terjadi terkait masalah perizinan dan sebagainya, diharapkan bisa diperbaiki dengan dibentuknya BPMP2T. tujuannya, kata dia, adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ''Prinsipnya adalah bagaimana Pemkot memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan prosedur yang tidak berbelit-belit,'' terangnya. Secara lebih teknis nanti akan dibahas lebih lanjut, yang penting, demikian Ahyar, ada perda yang mengatur ke arah itu.

Sementara itu, terkait pembentukan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Ahyar menjelaskan, selama ini apa yang menjadi target Pemkot Mataram agar opini menjadi WTP, nyatanya belum bisa dicapai. ''Dan masalahnya itu-itu saja, salah satu persoalannya adalah terkait masalah aset,'' imbuhnya. Untk itu, salah satu kebijakan yang ditempuh adalah  membentuk satu badan khusus yang menangani masalah aset. Walikota mengakui masalah aset ini cukup besar persoalannya, sehingga memerlukan penanganan khusus. ''Itlah yang menjadi motivasi alasan mengapa Pemkot Mataram perlu membentuk satu kelembagaan baru, yakni badan pengelolaan keuangan dan aset daerah,'' tandasnya. (fit)

Komentar