Mataram (Suara NTB) -
Walikota Mataram, H. Ahyar
Abduh mengimbau kepada JCH yang batal berangkat karena kebijakan pemotongan
kuota haji sebesar 20 persen, agar bersabar. Para JCH tersebut, akan
diprioritas untuk berangkat tahun berikutnya. ‘’Pemangkasan kuota haji
merupakan keputusan pemerintah pusat, terutama Kementrian Agama RI,’’ tutur
Walikota dalam acara penutupan bimbingan manasik haji gratis di Aula Lantai III
Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (26/6) kemarin.
Walikota yang juga menjabat Ketua Umum IPHI Kota
Mataram menerima IPHI Award yang telah diberikan pimpinan pusat IPHI.
Keberhasilan meraih IPHI Award, menurut Walikota, merupakan prestasi
membanggakan karena IPHI Kota Mataram dinilai berhasil dalam pengelolaan
manajemen kelembagaan termasuk memberikan perhatian khusus kepada seluruh JCH.
Salah satu bentuknya dengan menggelar bimbingan manasik haji gratis setiap
tahun.
Bimbingan manasik haji gratis, lanjut dia, murni
dilakukan agar JCH mendapat keringanan dalam melakukan persiapan-persiapan
sebelum berangkat haji. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Mataram,
sehingga seluruh JCH diberi kelancaran saat menjalankan ibadah haji.
Sekembalinya nanti akan menjadi haji yang mabrur.
Ketua IPHI Kota Mataram H Husnan
Ahmadi menjelaskan, bentuk pelayanan IPHI Kota Mataram kepada JCH dilakukan
sejak sebelum berangkat, selama pelaksanaan ibadah haji hingga pascahaji.
‘’Pemkot Mataram bersama IPHI berkomitmen untuk memperhatikan kesiapan JCH,
sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah daerah agar pelayanan haji
betul-betul berjalan maksimal,’’ kata Husnan.
Bimbingan manasik haji gratis dilakukan dalam 12 kali
pertemuan yang dilaksanakan pada empat masjid besar di Kota Mataram. Kegiatan
diakhiri dengan praktik lengkap manasik haji 20 Juni di Asrama Haji. Penutupan
bimbingan manasik haji gratis dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kota Mataram, Drs.
H. Muhammad Zaini. (fit)
Komentar