Ziarah Kubur Jelang Puasa, ’’Tradisi Wajib’’ Kunjungi Makam Keluarga dan Kirim Doa

Menjelang datangnya bulan suci ramadhan 1434 hijriyah, berbagai persiapan dilakukan umat muslim. Terutama mempersiapkan mental. Adapun salah satu tradisi umat muslim dalam menyambut datangnya bulan ramadhan, adalah dengan melakukan ziarah kubur.

DOA - Beberapa peziarah di TPU Gerepek Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang nampak khusyuk memanjatkan doa de depan makam keluarganya. (Suara NTB/fit)

SEJAK Sabtu (6/7) hingga Minggu (7/7) kemarin, sejumlah TPU (Tempat Pemakaman Umum) di Kota Mataram ramai didatangi peziarah. Umumnya mereka datang untuk menyambangi makam sanak keluarga mereka. Ada yang mengunjungi makam orang tuanya, makam saudaranya, kakek neneknya serta kerabat lainnya. Bagi para peziarah, mengunjungi makam keluarga menjelang datangnya bulan ramadhan, seolah sudah menjadi kewajiban.

Pantauan Suara NTB, ratusan peziarah hilir mudik di TPU Karang Medain Mataram Timur Sabtu lalu. TPU ini memang paling ramai dikunjungi mengingat, TPU itu bukan hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar Mataram Timur tapi juga warga dari kelurahan lain yang notabene kebanyakan para pendatang. Ramainya peziarah yang mengunjungi makam keluarganya di TPU yang tidak jauh dari Kantor Walikota Mataram itu, rupanya membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga.

Komang, salah satu pedagang bunga di TPU Karang Medain Mataram Timur, mengaku, meski bukan Lebaran, omzet penjualan bunga cukup menjanjikan. Hingga pukul 11.00 Wita, bunga yang laku sudah mencapai puluhan bungkus. Sementara itu, di TPU Gerepek, Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang, meski tidak ada penjual bunga, namun tidak menyurutkan niat para peziarah menengok makam keluarganya di sana.

Minggu (7/7) kemarin, sejak pagi hari, jumlah peziarah yang datang bertambah banyak. Tidak sekadar datang dan mendoakan keluarganya, para peziarah juga rata-rata meluangkan waktu untuk membersihkan makam keluarganya dari tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar makam tersebut. Bahkan, ada pula yang datang dengan membawa peralatan seperti sabit dan sapi lidi. Salah seorang peziarah, Nur, mengaku, setiap menjelang ramadhan, ia wajib mendatangi makam suaminya, ibunya dan saudaranya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk berkirim doa. Ia mengaku bisa menghabiskan waktu hingga satu jam di makam ketiga keluarganya. ‘’Rasanya kita akan lebih siap berpuasa setelah kita bersilaturahmi ke sini (makam, red) dan mengirimkannya doa,’’ demikian Nur. (fit)

Komentar