Antisipasi Pengangguran, Pemudik Diminta Tidak Membawa Keluarganya ke Mataram


Nyayu Ernawati

Mataram (Suara NTB) -
Mengantisipasi bertambahnya jumlah penduduk pascalebaran, masyarakat Kota Mataram yang mudik ke kampung halamannya masing-masing diminta tidak membawa keluarganya. ‘’Karena apa yang kita takutkan. Kalau ada lapangan pekerjaan, kalau tidak? Nanti menambah jumlah pengangguran kan kasihan,‘’ ucap Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., menjawab Suara NTB di kediamannya di Mataram, Sabtu (10/8).

Ia khawatir gelombang pendatang yang tidak jelas tujuanya datang ke Mataram berpotensi menambah jumlah gelangangan dan pengemis. Nyayu mengimbau kalau memang di daerah masing-masing mereka memiliki pekerjaan, ia berharap calon pendatang menetap saja di daerahnya. Sebab saat ini saja, Mataram sebagai ibukota provinsi sangat banyak menjadi sasaran gepeng. ‘’Ini yang perlu menjadi catatan bersama untuk memikirkan hal ini,’’ imbuhnya.

Jangan sampai, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, hadirnya para pendatang yang sengaja dibawa oleh keluarganya ke Mataram justru menambah jumlah pengangguran di daerah ini. Dengan bertambahnya jumlah pengangguran di Mataram yang notabene adalah pendatang, mau tidak mau jelas akan menjadi beban Kota Mataram.

Sebab, jika para pendatang menetap dalam jangka waktu yang lama di Mataram, lambat laun mereka akan menjadi warga Mataram. Hal ini dikhawatirkan pula berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan. Karena umumnya para pendatang yang mengadu nasib ke kota, karena desakan faktor ekonomi. ‘’Lantas kalau nantinya mereka tidak tercover dalam data Jamkesmas, malah akan menjadi persoalan tersendiri,’’ katanya.

Karena memang saat ini, katanya, terkait bantuan masyarakat miskin, di Mataram belum mencukupi untuk keseluruhannya. Misalnya raskin, dari jumlah penduduk miskin yang ada, ternyata tidak semuanya mendapatkannya. Sehingga kaling harus membagi secara merata. Kondisi Mataram saat ini sudah cukup padat. Dengan luas Mataram yang hanya 61,30 meter persegi, jumlah penduduknya kini telah mencapai 427 ribu jiwa.

Sehingga gelombang pendatang yang masuk ke Mataram dikhawatirkan akan mengusik kenyamanan Kota Mataram dengan bertambahnya kepadatan penduduk dan juga jumlah pengangguran. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk yang notabene pendatang , ia mengimbau supaya aparat kelurahan tidak buru-buru mengeluarkan surat keterangan kependudukan. ‘’Harus ada surat pindah dari daerah asalnya. Kalau memang pindahnya karena pekerjaan yang jelas, ya tidak masalah. Tapi kita berharap penerbitan surat keterangan kependudukan dilakukan secara selektif,’’ tandasnya. (fit)

Komentar