MESKI Kota Mataram mendapat hibah sambungan baru PDAM
senilai Rp 11 miliar dari pemerintah Australia, tidak serta merta mampu
mengcover seluruh kebutuhan air bersih untuk warga Mataram secara maksimal. Demikian
dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., menjawab Suara NTB, Selasa (27/8) kemarin.
Dengan kondisi yang sekarangpun, menurut Nyayu,
pelayanan air bersih kepada masyarakat yang notabene pelanggan PDAM, belum
maksimal. Ia mencontohkan di Lingkungan Kampung Melayu, Ampenan. Di sana,
hampir semua warga mengandalkan PDAM untuk dapat menikmati air bersih. Sayangnya,
seperti yang juga terjadi di banyak tempat, air dari pipa PDAM tidak selalu
ada.
‘’Seringnya dari pagi sampai magrib tidak ada air,
malam baru ngalir airnya,’’ terangnya. Karenanya, untuk pemasangan PDAM gratis
yang merupakan bagian dari program hibah Pemerintah Australia tersebut, lanjut
Nyayu, dprioritaskan untuk daerah-daerah yang debit airnya lancar. Sehingga,
jelas, tidak mampu melayani seluruh masyarakat Kota Mataram. Karena tidak semua
daerah di Mataram debit airnya lancar.
Untuk hibah sambungan baru, berdasarkan pertemuan
Komisi II dengan PDAM Menang Mataram, Sekda Kota Mataram dan juga Bappeda Kota
Mataram, katanya, untuk tahap pertama ditargetkan 2.000 sambungan. Ini akan
menyasar 50 keluharan se-Kota Mataram. ‘’Dari 50 kelurahan yang ada, 14
kelurahan yang akan diberikan terlebih dahulu,’’ sebutnya.
Sementara di 14 kelurahan tersebut, 41 lingkungan akan
menjadi prioritas utama. Meski judul program sambungan air bersih itu adalah
hibah, tidak lantas, semua warga tercatat sebagai penerima. ‘’Ada syaratnya,’’
cetusnya. Antara lain, penerima adalah warga dengan daya sambungan listrik 450
– 900 VA. Survai terhadap syarat ini telah dilakukan pihak kelurahan dan
lingkungan setempat.
‘’Jangan sampai, warga dipasangkan meteran tapi tidak
ada air yang mengalir,’’ ujar Nyayu. Karenanya, ia meminta jajaran PDAM Menang
Mataram mengecek dan memastikan pipa yang menuju ke arah daerah-daerah yang
menjadi sasaran pemasangan meteran baru, betul-betul memiliki debit air yang
bagus.
‘’Jangan sampai keran dibuka, yang keluar hanya
angin,’’ imbuhnya. Sejauh ini, sambung politisi PDI Perjuangan Kota Mataram
ini, pendataan calon penerima hibah meteran gratis masih berjalan. Data yang
diberikan oleh PDAM Menang Mataram, katanya, akan menjadi dasar bagi Dewan
untuk melakukan cross chechk langsung di lapangan. (fit)
Komentar