Dewan Minta Launching KMS Ditunda, Eksekutif Ngotot Pemkot Sudah Siap

ADU ARGUMEN - Dengar pendapat Komisi II DPRD Kota Mataram dengan eksekutif, Senin (26/8) diwarnai adu argumen soal KMS. (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) –
Komisi II DPRD Kota Mataram dan eksekutif, Senin (26/8) kemarin, akhirnya berhadap-hadapan dalam dengar pendapat terkait kisruh rencana launching pelayanan kesehatan gratis kelas III di RSUD Kota Mataram yang dibanderol dengan ’’merek’’ KMS (Kartu Mataram Sehat). Dalam pertemuan tersebut, Komisi II sempat meminta supaya Pemkot Mataram menunda launching KMS. Dewan khawatir pelayanan kesehatan gratis tersebut bakal berantakan karena beberapa fasilitas pendukung belum siap.

Meski terjadi perang argumen, toh akhirnya Komisi II ‘’menyerah’’ pada kengototan pihak eksekutif yang mengaku kalau launching KMS itu betul-betul sudah siap. Ketua Komisi II, Nyayu Ernawati menyatakan, Dewan ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik. Politisi PDI Perjuangan Kota Mataram ini melihat inti ketidaksiapan launching KMS terletak pada jumlah bed yang masih minim di RSUD Kota Mataram, yakni hanya 30 bed.

Ia khawatir kalau-kalau pasien akan membludak lantas tidak tertampung pada bed yang ada. Sebab, seperti penuturan Direktur RSUD Kota Mataram, dr. HL. Herman Mahaputra, bed akan siap sekitar Bulan Desember 2013. ‘’Lalu apa yang dikerjakan sejak launching hingga Desember,’’ tanya Nyayu. Anggota Komisi II, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi., menilai pelayanan kepada masyarakat dengan KMS, nanggung. Ia mengusulkan Pemkot Mataram mendaftarkan masyarakat dalam program BPJS.

‘’Selama itu semua untuk kepentingan masyarakat, tidak ada masalah tapi harus disesuaikan juga dengan kemampuan anggaran daerah, karena pemahaman masyarakat yang namanya gratis itu benar-benar gratis,’’ demikian Yeyen. Menanggapi ’’serangan’’ pertanyaan Komisi II, Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., menyatakan, legislatif penuh dengan perhitungan ketika merencanakan launching KMS.

Setelah ada kartu Jamkesmas dan Jamkesdapun, lanjut Makmur, masih ada saja masyarakat yang mendatangi Bappeda dengan maksud minta diakomodir. ‘’Daripada kita diam-diam, kenapa tidak kita luncurkan saja KMS,’’ terang Sekda. Pasien dari RSUD Kota Mataram kini memang tidak boleh ditujuk ke RSUP NTB karena kelasnya sama, yakni kelas B. Mengenai bed, Makmur menegaskan barangnya sudah ada . ‘’Bednya sudah ada, Cuma tempat naruhnya yang belum ada,’’ kilahnya sembari menambahkan nantinya jumlah total bed di kelas III sebanyak 168 bed.

Direktur RSUD Kota Mataram, menambahkan, mengiringi launching KMS, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dikes Kota Mataram. ‘’Kalau overload maka akan dirawat di puskesmas,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi meyakini, tidak akan terjadi over kapasitas, meski nantinya akan diberlakukan KMS. Ini mengingat, pada layanan Jamkesmas maupun Jamkesda di Mataram, penggunaannya hanya sekitar 10 persen. (fit)

Komentar