Jangan Sekadar Perawat

HAJAT Pemkot Mataram untuk memenuhi tiga hak dasar masyarakat, yakni pendidikan, kesehatan dan sanitasi, ternyata belum sepenuhnya, bisa terwujud. Yang paling sering dijumpai di lapangan, menurut anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Abdul Malik Thalib, adalah masalah kesehatan. Seperti yang terjadi di Poskesdes Karang Baru, Kecamatan Selaparang. Di sana, kondisi Poskesdes berikut sarana dan prasarana pendukungnya, begitu memprihatinkan.

Ia berharap pihak eksekutif memperhatikan hal ini dengan lebih serius. Tidak sekadar fasilitas untuk persalinan, tetapi juga fasilitas umum lainnya. Sebab, Poskesdes maupun puskesmas pembantu (pustu) merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, setidaknya sebelum masyarakat berpikir untuk ke Puskesmas bahkan rumah sakit.

‘’Apalagi Poskesdes itukan menerima kapan saja,’’ cetusnya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (26/8) kemarin. Malik berharap, Pustu-Pustu yang ada di Kota Mataram, ke depan supaya dilengkapi dengan tenaga medis yang bukan sekadar perawat. ‘’Bila perlu dokter kalau memang ada,’’ katanya. Legislator dari Fraksi PKS ini melihat, cara itu cukup baik untuk mengurai penumpukan pasien yang kerap terjadi baik di Puskesmas, lebih-lebih di rumah sakit.

‘’Sayangkan sudah dibuat kalau tidak digunakan,’’ imbuhnya. Pada hari-hari tertentu, katanya, seperti hari Senin, kerap terjadi penumpukan pasien, sehingga terkesan lama dilayani. Malik yakin jika sarana Poskesdes ataupun Puskesmas dimaksimalkan, pelayanan kepada masyarakat tentu akan optimal. Poskesdes, kata dia, dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Malik, selama ini Pemkot Mataram hanya berkonsentrasi pada pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, tetapi pelayanan kesehatan di tingkat yang paling bawah, seperti di Poskesdes, terkesan dilupakan. Ia mengingatkan kepada eksekutif agar fasilitas yang diberikan untuk mendukung pelayanan di Poskesdes tidak seadanya. (fit)

Komentar