Mataram
(Suara NTB) -
Sebagai
bentuk keseriusan terhadap komitmen realisasi program pengurangan risiko
bencana terpadu berbasis masyarakat (Pertama) di wilayah pesisir, 17 September
2013 mendatang Pemkot Mataram akan meneken MoU dengan PMI Kota Mataram. Ini dirangkai
dengan kegiatan Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkpoksi) yang
disaksikan sekitar 225 kepala daerah se Indonesia yang akan menghadiri acara
tersebut. “Bahkan Pemkot Mataram telah menyiapkan lahan untuk membangun UPS
sekitar lima are di kawan Jempong Baru,” kata Wakil Walikota Mataram, H. Mohan
Roliskana usai mengikuti ekspose program yang disampaikan oleh perwakilan
Program Coordinator Indonesia Recovery Program
American Red Cross, Dino Argianto di ruang kenari kantor Walikota
Mataram, Senin (26/8).
Dikatakan
Mohan, program kerjasama UPS adalah program yang lebih sistematis, karena jika
melihat program yang dipaparkan terkait dengan pengelolaan sampah, Pemkot Mataram telah melakukan beberapa
rintisan program diantaranya program Llisan (lingkungan menuju sampah
nihil), dan Bank Sampah.
Ia berharap dengan adanya UPS ini
nantinya dapat berdampak pada pengurangan sampah yang di buang ke Tempat
Pembungan Akhir (TPA), yang saat ini dari volume sampah mencapai sekitar 1.250 meter kubik per hari, hanya
mampu terangkut sekitar 800 meter kubik perhari. “Melalui program ini, minimal
sampah organik dan anorganik yang diangkut ke TPA bisa berkurang,” katanya.
Disisi lain, Pemkot Matarm telah melakukan sosialisasi
kepada warga sekitar lokasi UPS sebagai bentuk antisipasi timbulnya dampak
sosial di kawasan tersebut. Bahkan warga setempat juga akan diberdayakan untuk
menjadi SDM pengelolaan UPS nantinya. “Kita ingin program ini menjadi program dari
masyarakat untuk masyarakat,” katanya.
Sementara, perwakilan Program
Coordinattor Indonesia Recovery Program
American Red Cross, Dino Argianto menyampaikan selain program UPS
pihaknya juga akan melaksanakan kampanye Green
and Clean di Kota Mataram yang direncanakan berlangsung Oktober mendatang.
Dalam konsepnya, UPS bukan TPA
maupun TPS, melainkan sistem pengelolaan sampah organik menjadi komposter dan
daur ulang, selain itu dapat berfungsi seagai pusat pendidikan dan pelatihan
pengelolaan dan daur ulang sampah, serta menjadi salah satu tambahan unit usaha
yakni pemasaran komposter di kebun bibit UPS.
Komentar