Mataram
(Suara NTB) –
Jumlah
pemilih pada Pemilu 2014 mendatang di Kota Mataram, berkurang jika dibandingkan
dengan data pemilih pada Pilkada NTB Mei lalu. Dimana, jumlah pemilih pada
Pilkada NTB tiga bulan lalu, tercatat 295.106 orang. Sedangkan untuk DPSHP
(Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan), adalah 291.621 orang.
Komisioner
KPU Kota Mataram, Agus Afandi, ST., kepada Suara
NTB di kantornya, menyebutkan, jumlah pemilih terbanyak ada di Kecamatan
Ampenan, sebesar 58.477 orang. Kedua, Kecamatan Mataram 55.799. Kecamatan
Selapang 51.469. Kecamatan Cakranegara 47.863. Kecamatan Sandubaya 42.976 dan
terakhir Kecamatan Sekarbela dengan jumlah pemilih 35.037.
Dikatakan
Agus, menurunnya jumlah pemilih pada Pemilu 2014, karena KPU Kota Mataram dalam
melakukan verifikasi, menggunakan sistem baru. Sistem ini, lanjut Agus Afandi,
membuat data yang dihasilkan relatif bersih. KPU Kota Mataram menemukan ada
data pemilih ganda. Bahkan, ia menyatakan, jumlah pemilih pada Pemilu 2014 yang
sekarang tercatat 291.621, masih berpeluang berubah.
‘’Berubahnya
ini bisa bertambah, bisa berkurang. Tapi, lebih berpeluang berkurang,’’
katanya. Data-data ganda yang ditemukan KPU Kota Mataram ini, akan terus
dibersihkan. Selanjutnya, tanggal 7 September mendatang DPSHP akan ditetapkan
menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap). Menurut Agus Afandi, partisipasi pemilih
tidak bisa ditargetkan. ‘’Kita sih berharap partisipasi pemilih di Mataram bisa
mencapai 100 persen,’’ imbuhnya.
Namun
demikian, trend partisipasi pemilih di Mataram, kata Agus Afandi berkisar
antara 65 hingga 80 persen. Karenanya, ia berharap perlu ada partisipasi aktif
untuk mengkoreksi DPSHP. ‘’Kalau ada yang belum terdaftar, bisa melapor ke
KPU,’’ pintanya. Pada bagian lain, ia menegaskan, pleno PAW anggota DPRD Kota
Mataram yang pindah partai akan dilakukan setelah ada surat resmi dari DPRD
Kota Mataram.
Pantauan
Suara NTB, Kamis (22/8), KPU Kota
Mataram seharusnya melakukan pleno atas tiga kegiatan sekaligus. Masing-masing DCSHP
(Daftar Calon Sementara Hasil Perbaikan), DCT dan proses PAW tiga anggota DPRD
Kota Mataram yang nyaleg melalui parpol lain. Namun karena pertimbangan belum
mendapat surat resmi dari DPRD Kota Mataram, agenda pleno PAW, ditunda. (fit)
Komentar