Mataram
(Suara NTB) –
Pemkot
Mataram melalui Bagian Umum dan Bagian APP (Administrasi Pengendalian
Pembangunan) segera melakukan tender pengelolaan dan pengembangan MWP (Mataram
Water Park). Hal ini menyusul rampungnya studi kelayakan yang dilakukan oleh
tim bentukan Pemkot Mataram.
Kepala
Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang yang dikonfirmasi Suara NTB di Kantor
Walikota Mataram, Senin (12/8) kemarin mengungkapkan, tim telah melakukan studi
kelayakan mengenai layak tidaknya MWP dikelola oleh pihak ketiga. Dari studi
kelayakan nantinya akan diketahui benefit
cost. ‘’Kemudian dengan investasi berapa, bisa memberikan keuntungan apa
bagi daerah dan bagi investor yang tertarik. Itu yang kita tawarkan kepada
pihak ketiga. Lalu pihak ketiga tentu akan menawar. Kami berani melakukan
investasi senilai sekian tapi beri kami waktu selama sekian tahun untuk
membangun ini dan setiap tahun kami akan memberikan royalti kepada pemda,’’
terangnya mencontohkan.
Tim
nantinya akan menganalisis berapa nilai royalti. Kemudian tim akan mengeluarkan
siapa yang layak dan memenangkan pengelolaan dan pengembangan MWP. Ia berharap
MWP nantinya setelah dikelola dan dikembangkan oleh pihak ketiga, akan menjadi
daerah bangkitan untuk menyediakan ruang publik yang baru bagi masyarakat. Mana
yang paling prospektif, maka itulah yang akan memenangkan tender.
Martawang
memastikan pengelolaan dan pengembangan MWP bakal dipihakketigakan. Apalagi,
lanjutnya, Dewan sudah setuju supaya pengelolaan dan pengembangan MWP
dipihakketigakan. Tender akan mulai dibuka usai lebaran topat. ‘’Tim sudah
mulai mempersiapkannya. Studi kelayakan sudah selesai dilakukan. Hasilnya, MWP
sangat layak untuk dikelola pihak ketiga,’’ terangnya.
Nilai
positif dari keputusan mempihakketigakan pengelolaan dan pengembangan MWP,
bahwa sarana rekreasi keluarga tersebut tidak lagi membebani APBD Kota Mataram
untuk pemeliharaannya. Selain itu, MWP juga akan tertata dengan lebih baik dan
bisa diakses oleh masyarakat. ‘’Tidak perlu kita anggaran dalam APBD, merekalah
pemenang tender itu yang akan membiayainya. Semakin bagus dia buat akan
memberikan daya tarik untuk mengunjunginya,’’ ucapnya.
Mengenai
besaran royalti ideal untuk MWP nantinya, demikian Martawang, akan
mempertimbangan berbagai hal. Diantaranya nilai investasi Pemkot Mataram di MWP
yang mencapai Rp 10 – 15 miliar. Dengan nilai investasi yang demikian itu,
pihaknya berharap pemenang tender nanti bisa memberikan nilai royalti yang
pantas di samping memberikan layanan publik. ‘’Harga tentu menjadi negosiasi.
Besaran rolayti akan tawar menawar antara investor dengan Pemkot Mataram,’’
tandasnya. (fit)
Komentar