Wakil Walikota Minta Caleg Taati Aturan

penertiban.

Pemkot Mataram, kata Mohan, memberi ruang yang cukupbagi para caleg untuk mensosialisasikan dirinya. ‘’Untuk personal branding, kita berikan ruang yang cukup tapi jangan dilakukan dengan sebebas-bebasnya,’’ sebutnya. Pemkot Mataram, lanjutnya, tidak akan mentolerir pemasangan atribut kampanye yang merusak estetika. Seperti melintang jalan, merusak taman, dan memasang di pohon-pohon.

‘’Yang seperti ini tentu akan ditertibkan,’’ ancamnya. Padahal, Pemkot Mataram telah mengundang parpol-parpol untuk mensosialisasikan hal ini. Parpol peserta Pemilu, katanya, sudah dibetahu mana zona-zona yang bisa dimanfaatkan secara kolektif. Namun, demikian, menurut Mohan, tidak semuanya bisa terpantau. Akhirnya, pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat ini dipastikan bakal menyisakan pekerjaan bagi Pemkot Mataram.

Mohan mencontohkan, saat Pilkada NTB Bulan Mei lalu. Usai Pilgub, Pemkot Mataram mengerahkan para pegawai untuk membershkan atribut kampanye. Yang paling sulit dibersihkan adalah atribut kampanye berupa stiker yang sengaja ditempel di sembarang tempat.

Pantauan Suara NTB, hal serupa juga nampaknya bakal terjadi usai Pemilu Bulan April 2014 mendatang. Bagaimana tidak, sekarang saja, berbagai jenis atribut kampanye milik para caleg tersebar di Mataram di seluruh penjuru Kota Mataram. Tidak hanya dalam bentuk baliho tapi juga dalam bentuk stiker. Bahkan, pemasangan atribut kampanye ini sudah dimulai sejak nama mereka masuk dalam DCS (Daftar Calon Sementara). (fit)

Komentar