penertiban.
Pemkot
Mataram, kata Mohan, memberi ruang yang cukupbagi para caleg untuk mensosialisasikan
dirinya. ‘’Untuk personal branding,
kita berikan ruang yang cukup tapi jangan dilakukan dengan sebebas-bebasnya,’’
sebutnya. Pemkot Mataram, lanjutnya, tidak akan mentolerir pemasangan atribut
kampanye yang merusak estetika. Seperti melintang jalan, merusak taman, dan
memasang di pohon-pohon.
‘’Yang
seperti ini tentu akan ditertibkan,’’ ancamnya. Padahal, Pemkot Mataram telah
mengundang parpol-parpol untuk mensosialisasikan hal ini. Parpol peserta
Pemilu, katanya, sudah dibetahu mana zona-zona yang bisa dimanfaatkan secara
kolektif. Namun, demikian, menurut Mohan, tidak semuanya bisa terpantau.
Akhirnya, pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat ini dipastikan bakal
menyisakan pekerjaan bagi Pemkot Mataram.
Mohan
mencontohkan, saat Pilkada NTB Bulan Mei lalu. Usai Pilgub, Pemkot Mataram
mengerahkan para pegawai untuk membershkan atribut kampanye. Yang paling sulit
dibersihkan adalah atribut kampanye berupa stiker yang sengaja ditempel di
sembarang tempat.
Komentar