H. Ahmad Muchlis |
PERSOALAN
wisata di Kota Mataram perlu dikembangkan lebih luas, lebih tegas dan lebih
baik yang pada akhirnya bisa menjanjikan. Demikian penegasan anggota Komisi II
DPRD Kota Mataram, H. Ahmad Muchlis. Penanganan sampah di objek wisata, menurut
dia, tergantung dari will setiap
pemegang kebijakan. Sehingga tidak terjadi persoalan sampah yang menggangu di
objek wisata seperti di THR Loang Baloq.
Disana,
sambung Muchlis kepada Suara NTB di
DPRD Kota Mataram, Senin (23/9), ada tempat berwisata yang sejatinya cukup
menghibur masyarakat. Baik wisatawan lokal, terlebih yang datang dari luar Kota
Mataram. Karenanya, perlu dipikirkan bagaimana penanganan sampah yang baik di
objek wisata dimaksud. Misalnya, ketika air kolam surut, jangan sampai kebersihannya
terkontaminasi.
Dewan
berharap, pemegang kebijakan terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Mataram segera turun tangan menyelesaikan persoalan sampah di THR Loang Baloq. Apalagi
saat ini, NTB merupakan destinasi kedua setelah Bali. ‘’Kita lihat kemarin di
satu pesawat hampi sama banyaknya antara wisatawan domestik dan wisatawan asing
yang datang ke Lombok,’’ terangnya. Sehingga, sambung Muchlis, apapun bentuknya
yang bisa mendukung visit NTB, supaya Mataram juga ambil bagian.
Menurut
Muchlis, Pemkot Mataram harus mengedepankan upaya penanganan sampah yang baik
di THR Loang Baloq ketimbang sekadar alasan murahnya tarif masuk. ‘’Kalau
memang itu jadi alasan, dan itu alasan-alasan klasik saja kan,’’ imbuhnya. Apalagi
ada keinginan dari Wakil Walikota Mataram untuk menggratiskan biaya masuk ke
THR Loang Baloq. Namun, katanya, menggratiskan biaya masuk ke THR Loang Baloq
harus ada konsekuensi logis.
‘’Berarti
harus diambilkan dari APBD untuk operasionalnya itu,’’ sarannya. Ketika ada
anggaran yang tersedia di SKPD teknis, seperti Dinas Budpar Kota Mataram, untuk
menggratiskan biaya masuk THR Loang Baloq, tidak ada masalah. Kondisi sebuah
daerah yang bersih membuat wisatawan senang berkunjung bahkan betah
berlama-lama. Seperti halnya Kota Mataram, meski bukan daerah tujuan wisata,
namun sebagai daerah transit harus memberikan kesan yang baik. Terutama
persoalan kebersihan.
‘’Dimana-mana
kita transit itu, tampak wajah dari NTB itu kan artinya Mataram. Justru
disinilah ditampakkan kebersihan, keindahan dan kenyamanan itu. Ya sapta
pesonanyalah,’’ terang politisi PKS ini. Ia berharap, dalam berbagai sisi,
Mataram jangan sampai amburadul. Dewan, kata dia, berharap ada tindakan lebih
dan tanggung jawab dari stake holder yang ada. Masyarakat juga harus diberi
penyadaran. ‘’Jangan sampai tidak ada rasa bersalah ketika masyarakat membuang
sampah atau puntung rokok di sembarang tempat,’’ tandasnya. (fit)
Komentar