Suasana rapat Pansus RSUD Kota Mataram |
Mataram
(Suara NTB) –
Wakil
Ketua Pansus RSUD Kota Mataram, Nyayu Ernawati mewanti-wanti Direktur RSUD Kota
Mataram. Ia meminta petugas medis RSUD Kota Mataram memperbaiki sikapnya dalam
melayani masyarakat. Teguran Pansus kepada jajaran RSUD Kota Mataram menyusul
ulah oknum petugas medis di RS yang naik kelas menjadi tipe B tersebut yang
dianggap menghina bahkan melecehkan KMS (Kartu Mataram Sehat).
Padalah,
KMS itu tidak muncul begitu saja. Ia menganggap terbitnya KMS cukup bersejarah.
Tidak saja karena dilaunching oleh Walikota Mataram tapi peluncurannya
bertepatan dengan HUT Kota Mataram ke-20. ‘’Ada laporan dari masyarakat, mereka
dilecehkan saat menggunakan KMS. KMS, kartu apaan ini,’’ ujarnya meniru ucapan
masyarakat pelapor yang mengaku mendapat pelayanan yang tak bersahabat di RSUD
Kota Mataram usai menghadiri rapat kerja dengan Kepala Dikes Kota Mataram,
Direktur RSUD Kota Mataram dan beberapa pejabat lainnya.
Politisi
PDI Perjuangan ini mengkhawatirkan beban psikologis pasien yang datang ke RSUD
Kota Mataram jika mendapat pelayanan yang demikian. Karenanya, berkenaan dengan
meningkatnya status RSUD Kota Mataram, Nyayu berharap hal ini dimaknai dengan
meningkatnya pelayanan kepada masyarakat. ‘’Benar-benar ditingkatkan. Jangan
hanya status yang naik tapi pelayanannya turun,’’ tandasnya. Ia meminta
Direktur RSUD Kota Mataram menempatkan SDM-SDM yang baik dari sisi pelayanan.
Sementara
itu, Direktur RSUD Kota Mataram, dr. HL. Herman Mahaputra mengapresiasi apa
yang menjadi koreksi pansus. Demikian pula halnya dengan pelayanan. Pihaknya
akan melakukan evaluasi internal. (fit)
Komentar