Mataram
(Suara NTB) –
Ketua
Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., menantang TAPD (Tim
Anggaran Pemerintah Daerah) Kota Mataram untuk turun langsung ke lapangan
melihat secara langsung seperti apa kondisi sekolah-sekolah yang ada di Kota
Mataram, terutama sekolah pinggiran. Hal ini penting dilakukan mengingat Pemkot
Mataram melalui perubahan APBD Kota Mataram tahun anggran 2013 telah
menganggarkan pengadaan meubelair bagi sekolah-sekolah senilai Rp 1 miliar.
‘’Saya
tantang TAPD, mari kita turun bersama,’’ ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (25/9) kemarin.
Nyayu
mengatakan, pihaknya berharap, Pemkot Mataram benar-benar memberikan tambahan anggaran
meubelair, dalam hal ini bukan anggaran yang diberikan tetapi meubelair yang
diberikan kepada sekolah-sekolah benar-benar melihat kebutuhan sekolah-sekolah
yang ada. ‘’Kalau sekolah-sekolah yang kita ketahui bersama, beberapa sekolah
yang tidak memiliki meubelair tetapi sudah mendapatkan sumbangan pendidikan
dari para orang tua untuk membeli meubelair itu, berarti meubelairnya sudah
ada,’’ terangnya.
Sehingga,
pihaknya meminta meubelair yang diadakan memprioritaskan sekolah-sekolah
pinggiran yang kekurangan meubelair. ‘’Yang meubelairnya sudah reot-reot dan
sebagainya,’’ cetus Nyayu. Ia menggarisbawahi penambahan anggaran meubelair
sebesar Rp 1 miliar dan menekankan kepada Bappeda Kota Mataram, maka
sekolah-sekolah yang membutuhkan meubelair. Bappeda, katanya menjanjikan data
sekolah-sekolah yang bakal mendapat jatah meubelair itu, Senin mendatang.
Setelah menerima data tersebut, Komisi II akan melakukan cross check ke
lapangan. Apakah memang benar sekolah itu layak mendapat bantuan meubelair atau
justru sebaliknya. Penambahan meubelair, harus tepat sasaran dan tujuan. Supaya
semua siswa yang ada di Mataram bisa belajar dengan nyaman.
Nyayu
bersyukur siswa-siswa yang sebelumnya memang sempat belajar di lantai, kini
telah memiliki meubelair bantuan dari orang tua siswa. (fit)
Komentar