Lalu Putra Wangsa |
KEBERADAAN jembatan bambu di Lingkungan Petemon
Kelurahan Pagutan, ternyata tidak banyak yang tahu. Termasuk anggota DPRD Kota
Mataram yang berasal dari Dapil (Daerah Pemilihan) Mataram. Seperti (Drs. HM.
Zaini, H. Didi Sumardi, H. AB. Taufikurahman, Lalu Putra Wangsa, Sang Ketut
Deresta, Lalu Suryadi, Abdul Malik Thalib, Tegeg Sitanarai, Irawan, Drs. HM.
Husni Thamrin, MPd danI Gusti Yogantara). Salah satu anggota Dewan dari dapil
Mataram, Lalu Putra Wangsa, ketika diminta tanggapannya mengenai keberadaan
jembatan bambu tersebut, Jumat (6/9), mengaku tidak tahu sebelumnya ada
jembatan tersebut.
‘’Saya malah baru tahu dari koran,’’ aku Putra Wangsa.
Ia menduga, jembatan bambu itu, belum lama dibuat warga. Katanya, jembatan
bambu yang dibuat warga tersebut, hanya menghubungkan satu sawah dengan sawah
lainnya. Sehingga, kalaupun akan dipermanenkan, misalnya menggunakan dana
aspirasi, tentu harus dilihat terlebih dahulu sejauh mana ketergantungan warga
terhadap keberadaan jembatan itu.
‘’Kalau belum menghubungkan kampung dengan kampung
lain, belum bisa dibuatkan karena itu bukan fasilitas publik,’’ terangnya. Lagipula,
untuk mempermanenkan jembatan itu menjadi fasilitas publik, Pemkot Mataram
harus membebaskan lahan di sana. Lain halnya, kalau jembatan bambu yang
dibangun warga Petemon merupakan akses jalan yang setiap saat dilalui publik,
sudah pasti pemerintah akan menganggarkannya. Sebenarnya di lingkungan setempat
sudah ada jalan, aka tetapi kecenderungan masyarakat ingin yang mudah, sehingga
berinisiatif membuat jembatan dari bambu.
‘’Banyak yang seperti itu,’’ cetusnya. Namun demikian,
meskipun tadinya jembatan bambu tersebut hanya menghubungkan antar sawah, namun
ketika nantinya semakin banyak warga yang memanfaatkannya sebagai akses jalan,
tentu harus dipikirkan oleh pemerintah untuk membuatkan jalan permanen.
‘’Awalnya kan masyarakat bikin
sendiri, lama-lama menjadi jalan umum,’’ ucapnya. (fit)
Komentar