Walikota Puas Akkopsi Berjalan Sukses

Mataram (Suara NTB) –
Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyatakan kepuasannya terhadap pelaksanaan kegiatan CSS XIII dan Munas Akkopsi 2013 yang resmi berakhir, Rabu (18/9) malam. Ditemui  Suara NTB, di Kantor Walikota Mataram, Kamis (19/9) kemarin, Ahyar menyampaikan, rangkaian kegiatan CSS maupun Munas Akkopsi semuanya berjalan lancar, sesuai dengan apa yang direncanakan.

Apa yang menjadi target Pemkot Mataram, terutama target tiga sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi, sudah tercapai. Mencitrakan Mataram sebagai kota yang aman, nyaman dan kondusif. Rata-rata tamu undangan yang hadir pada acara CSS dan Munas Akkopsi memang mengaku nyaman berada di Mataram. Demikian pula dari segi ekonomi, setiap tamu yang hadir, minimal membawa pulang oleh-oleh khas Mataram, dengan begitu jelas memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Mulai dari acara-acara yang digelar Pemkot Mataram maupun hasil pertemuan puncak CSS dan Munas Akkopsi. Begitu juga dengan kepengurusan Akkopsi yang baru telah terbentuk, dimana Walikota Balikpapan, H.M. Rizal Effendi terpilih sebagai Ketua Akkopsi periode 2013-2018. Langkah-langkah strategis telah disusun yang pada prinsipnya, bagaimana persoalan sanitasi bisa diselesaikan untuk program percepatan sanitasi pemukiman. Ini, menurut Walikota sesuai target capaian dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

 Persoalan sanitasi, katanya, masih dibawah 50 persen yang bisa diselesaikan. ‘’Nah ini harus dikejar untuk bisa diselesaikan pada tahun 2014. Ini komitmen dari daerah-daerah yang menjadi anggota Akkopsi,’’ terang Walikota. Perhatian harus secara riil bisa ditunjukkan lewat pengalokasian di APBD. Karenanya, ada satu komitmen bahwa akan disisihkan sekitar 2 persen dari APBD untuk penanganan masalah sanitasi.

‘’Tapi nanti kita akan sesuaikan dengan kemampuan daerah,’’ imbuhnya. Yang jelas, demikian Walikota, urusan sanitasi adalah menjadi masalah yang sangat penting di Kota Mataram. Ia mencontohkan, bahwa Mataram sendiri belum bebas sepenuhnya dari perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan). ‘’Kadang limbah rumah tangga masih kita temukan dibuang di sembarang tempat,’’ akunya.

Sarana dan prasarana pendukung program percepatan pembangunan sanitasi akan ditingkatkan. Misalnya program Sanimas atau sanitasi masyarakat. Selain itu adapula program pancawarga. Tidak hanya limbah rumah tangga, limbah industripun, katanya masih menjadi masalah.(fit)

Komentar