Wildan: Memalukan, Masih Ada Jembatan Bambu di Mataram

Mataram (Suara NTB) –
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, H. Wildan, SH., mengaku risih melihat fakta bahwa di Kota Mataram masih ada jembatan yang terbuat dari bambu seperti di lansir Suara NTB (Selasa (3/9)) yakni di Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan, Mataram.

Bahkan menurut Wildan, di jembatan bambu Petemon bukan satu-satunya di Mataram. ‘’Di Sekarbela itu juga masih ada. Tidak pakai bambu memang tapi pakai bekas tiang listrik,’’ ungkapnya. Ia berharap kepada Dinas PU, khususnya kepala dinas PU Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura agar lebih ‘’melek’’ terhadap persoalan infrastruktur semacam ini.

Setelah Kepala Dinas PU Kota Mataram mengetahui adanya infrastruktur masyarakat yang masih memprihatinkan, ia berharap PU segera turun. ‘’Jangan hanya melihat tapi harus cepat ditindaklanjuti,’’ tegasnya. Paling tidak, sambung politisi PPP ini, tahun 2014 mendatang, infrastruktur yang masih tradisional seperti jembatan bambu, harus segera terjamah.

Artinya, kata dia, tidak boleh lagi ada jembatan kayu di Mataram. ‘’Itu sangat memalukan itu,’’ cetusnya. Ia menilai, belum terjamahnya sejumlah infrastruktur di Mataram bukan karena kekurangan anggaran. ‘’Kalau bukan anggaran, yang dipakai selama ini apa. Tidak ada alasan karena anggaran, pembangunan harus tetap jalan. Tinggal bagaimana kreasi kepala Dinas PU,’’ imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PU Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, terkait infrstruktur seperti, jalan, drainase, termasuk jembatan memang menjadi prioritas di Mataram. Namun untuk kasus jembatan bambu di Lingkungan Petemon, meskipun menghubungkan sungai selebar sekitar 8 meter, dianggap belum urgent. ‘’Ini belum terlalu urgent dan masih bisa diatasi dengan jembatan bambu,’’ ujarnya.

Kecuali, kalau jembatan bambu itu akan dipergunakan untuk mengangkut jenazah. ‘’Kalau yang seperti itu, kita buatkan, seperti di Kali Unus,’’ imbuhnya. Ia berharap, pembangunan jembatan permanen di Lingkungan Petemon bisa menggunakan dana aspirasi anggota DPRD Kota Mataram. (fit)

Komentar