Dewan Dorong Ampenan Tengah Jadi Kelurahan Ramah Anak

Mataram (Suara NTB) –
Untuk mempercepat proses Mataram menuju kota layak anak, anggota DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., mendorong Kelurahan Ampenan Tengah, menjadi contoh kelurahan ramah anak.

‘’Kenapa Ampenan Tengah? Karena kami melihat konsep bapak Walikota Mataram dalam menata kota tua Ampenan, ada ruang bagi anak-anak. Seperti space untuk taman baca. Tempat bermain anak sudah ada disiapkan di Pantai Ampenan. Tinggal nanti kita bisa minta agar ada ruang untuk anak-anak berkreasi dan belajar sesuai dengan keadaan setempat. Misalnya tentang perikanan dan kelautan,’’ terang Nyayu.

Di Kantor Lurah Ampenan Tengah yang relatif luas, Nyayu melihat memungkinkan untuk dijadikan rumahpemulihan gizi bagi anak-anak di Kota Mataram. Jika ditemukan ada anak-anak yang mengalami gizi kurang apalagi gizi buruk, bisa dilayani di rumah pemulihan gizi tersebut. Kegiatan rumah pemulihan gizi anak itu, akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana).

‘’Termasuk juga, sejak beberapa tahun ini, salah satu bangunannya difungsikan untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),’’ imbuhnya. Menyinggung masih maraknya aktivitas pemuda mabuk di kelurahan tersebut, menurut Nyayu, dengan menjadikan Kelurahan Ampenan Tengah menjadi kelurahan ramah anak, justru akan menghilangkan imej negatif tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Ampenan sebagai kota tua yang bersejarah dan kota yang peduli terhadap masa depan anak bangsa.

Dengan dukungan berbagai pihak, ia yakin kalau Ampenan Tengah bisa menjadi kelurahan ramah anak. Seperti halnya membuat Kota Mataram menuju kota layak anak, untuk menjadikan Ampenan Tengah ramah anak, pun nbanyak perangkat yang mesti dipersiapkan. Terutama dukungan masyarakat. Sebab, tidak gampang mengedukasi masyarakat pesisir. ‘’Saya sudah berkomunikasi dengan Lurah Ampenan Tengah. Tinggal dengan Wakil Walikota. Insya Allah minggu depan,’’ tandasnya. (fit)

Komentar