Dibutuhkan Komitmen Kuat

DISEBUT-sebut sebagai salah satu oknum yang berkontribusi terhadap penyempitan Sungai Unus, anggota DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Nur Ibrahim, angkat bicara. Kepada Suara NTB via ponsel, Jumat (4/10) kemarin, ia membantah hal itu. Katanya, waktu dilakukan normalisasi Sungai Unus sebelumnya, tanah miliknya yang memang berbatasan langsung dengan Sungai Unus, terkena imbas.

Namun, demi kepentingan masyarakat, iapun merelakan tanahnya berkurang dari ukuran semula ketika ia membelinya. Sekarang apabila akan kembali dilakukan normalisasi, iapun tidak keberatan menyumbangkan tanahnya dengan catatan kalau pemilik bangunan yang lain juga melakukan hal yang sama. ‘’Artinya, kalau mau normalisasi Sungai Unus, bersihkan dulu dari atas Kampung Batu Dawa, di Belakang Puskesmas Tanjung Karang,’’ ujarnya.

Sementara itu, terkait kekhawatiran warga yang berada di hilir terhadap ancaman banjir, menurut Nur Ibrahim, memang sulit dihindari. ‘’Mau tidak mau akan banjir karena lahan sudah habis. Apapun syaratnya pasti akan terjadi banjir, kecuali dihentikan pembangunan fisik,’’ kata politisi Partai Golkar ini.

Pesatnya perkembangan Kota Mataram, sambung Nur Ibrahim berdampak pada laju pembangungan yang tidak bisa dihentikan. Banyak pemilik lahan, menurut dia, tergiur menjual lahannya. ‘’Developer juga banyak yang merayu pemilik lahan,’’ cetusnya. Sehingga tidak heran kalau di kawasan Lingkar Selatan Kota Mataram, komplek perumahan makin menjamur.

Selain normalisasi sungai-sungai, dibutuhkan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk tetap mempertahankan keberadaan daerah resapan. Sehingga, ancaman banjir bisa ditanggulangi sedini mungkin. (fit)

Komentar