Pertamanan Diminta Buat Data Pembanding Soal PPJ
Mataram
(Suara NTB) -
Anggota
Komisi II DPRD Kota Mataram, Lalu Suryadi mengusulkan Dinas Pertamanan Kota
Mataram melakukan pendataan ulang terhadap titik-titik PJU (Penerangan Jalan
Umum) yang ada di Kota Mataram. Usulan ini menyusul penerimaan pajak penerangan
jalan (PPJ) yang diterima Pemkot Mataram diduga tidak sesuai dengan kondisi
yang ada.
Sebetulnya,
demikian Suryadi, usulan untuk membuat data pembanding telah lama diusulkannya.
Namun hingga saat ini, usulan itu belum mendapat respon positif dari Dinas
Pertamanan. Padahal, Pertamanan sendiri
juga sering mengeluhkan kondisi ini. Pasalnya, selama ini Pertamanan hanya
menerima saja PPJ yang berikan oleh pihak PLN.
‘’Kan
PPJ ini nyantol di rekening listrik. Setiap tahun kok selalu defisit,’’ tanyanya. Namun demikian, karena tidak
memiliki data pembanding, maka mau tidak mau, Pertamanan ‘’pasrah’’ menerima
PPJ berdasarkan data yang disuguhkan PLN. Kata Suryadi, kalau memang Pemkot
Mataram benar-benar ingin menggarap potensi PPJ, maka harus dibarengi dengan
data yang valid dari internal Pemkot Mataram.
Tidak
ada salahnya, lanjut Suryadi, Pertamanan menganggarkan kegiatan pendataan
manual dari rumah ke rumah untuk mengetahui jumlah pelanggan listrik PLN di
Kota Mataram. ‘’Kalau yang sekarang ini kan tidak jelas, jadinya kita diajak
berkhayal. Dasar kurang atau lebihnya apa? Kita tidak punya data,’’ cetus
politisi PAN ini.
Ia
memperkirakan, dengan anggaran Rp 300 juta, pendataan dimaksud bisa terlaksana.
‘’Kalau boleh dana aspirasi untuk pendataan, mungkin sudah saya pakai dana
aspirasi saya, supaya clear
smuanya,’’ tandas Suryadi. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertamanan Kota
Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum, MM., menyatakan, Dinas Pertamanan Kota Mataram
sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pihak PLN.
Dari
rapat koordinasi tersebut, sambung Makbul, Dinas Pertamanan dan PLN sepakat
akan melakukan survai bersama. ‘’Memang semua akan disurvai, tidak bisa
dilakukan dengan pola sampel supaya hasilnya betul-betul akurat,’’ terangnya. Katanya,
persiapan awal terkait rencana survai itu telah dilakukan. Makbul berjanji,
survai paling cepat dilakukan pada akhir Bulan Oktober ini atau paling lambat
awal November mendatang. (fit)
Komentar