Mataram
(Suara NTB) -
Sorotan
kalangan Komisi III DPRD Kota Mataram yang menyebut banyak proyek fisik di Kota
Mataram kurang berkualitas, ditanggapi Kepala Dinas PU Kota Mataram, Ir. H.
Mahmuddin Tura. Ia membantah, minimnya pengawasan pihaknya terhadap
proyek-proyek yang ada di Mataram.
Khusus
untuk pekerjaan bidang ke-PU-an, Mahmuddin memastikan ada pengawas di lapangan.
Ada tim PHO yang menerima hasil pekerjaan rekanan dalam kondisi baik. Kalau ada
kondisi seperti retak, tentu tim PHO tidak akan menerimanya. Kalaupun ada
kerusakan di belakang hari, masih ada tanggung jawab rekanan bersangkutan untuk
memperbaikinya.
Terhadap
sorotan kalangan Dewan mengenai proyek drainase yang ada di kawasan Tanah Haji,
pihaknya berjanji akan melakukan pengecekan di lapangan. Mahmudin menyatakan,
usia pakai sebuah drainase sebetulnya bisa mencapai 10 tahun. ‘’Makanya kalau
ada laporan dari masyarakat seperti itu, kita langsung turun memeriksa,’’ katanya
kepada Suara NTB kemarin.
Terhadap
kerusakan yang ditemukan di lapangan, Dinas PU dalam hal ini akan memanggil
rekanan untuk memperbaikinya kembali. Mengenai pernyataan anggota Dewan yang
menyatakan banyak proyek di Mataram, belum setahun sudah rusak, kata Mahmuddin
membutuhkan pengujian secara laboratorium. ‘’Apa betul kualitas pekerjaan itu
tidak bagus, yang jelas ada prosedurnya,’’ kilahnya.
Kalau
yang dimaksud adalah pekerjaan drainase, tentu harus dilihat terlebih dahulu
fungsinya. Ia mencontohkan, kalau kawasan itu tetap banjir, itu berarti
programnya tidak tepat. Sebaliknya, kalau banjir di kawasan itu berkurang, itulah
yang dikatakan berhasil. ‘’Kalaupun ada kerusakan, itu wajar-wajar saja. Insya
allah kalau ada hal-hal semacam itu pihak kontraktor segera memperbaikinya,’’
demikian Mahmuddin. (fit)
Komentar