Evaluasi Per Minggu

PASCADITETAPKANNYA rancangan Perda Kota Mataram tentang perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013, pimpinan DPRD Kota Mataram meminta dilakukannya langkah-langkah akselerasi untuk percepatan untuk mengejar target realisasi pada masing-masing SKPD. ‘’Saya kira harapan kita sama, Dewan, masyarakat, pemerintah, berkepentingan untuk itu,’’ demikian Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (30/9) kemarin.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, pihaknya meminta kesungguhan pimpinan SKPD berikut jajarannya untuk secara sungguh-sungguh berkomitmen. Karena bagaimanapun juga perubahan APBD Kota Mataram menyangkut kepentingan masyarakat dan juga daerah. Karenanya diperlukan adanya mekanisme kontrol kinerja maupun capaian SKPD yang ada. ‘’Kontrol ini ada di pak Sekda,’’ cetusnya sembari menambahkan bahwa teknis operasional ada di tangan Sekda.

Ia berharap, Sekda bisa mengontrol. Dengan demikian nantiya dapat diketahui gambaran capaian program per bulan. ‘’Sekarang ini di tiga bulan terakhir kalau bisa evaluasi yang dilakukan beliau (Sekda, red), per minggu harus dilakukan,’’ pungkasnya. Berikutnya, Sekda harus mengecek secara rinci bagaimana progresnya di masing-masing SKPD.

Kalau merunut pada pola yang dilakukan Sekda selama ini, yaitu evaluasi berkala tiap triwulan, Didi memandang rentang waktu tersebut sangat lama. Karenanya, yang paling tepat, menurut mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini, adalah evaluasi per minggu, dengan pertimbangan bahwa proses terus berjalan.

Menyikapi relatif singkatnya waktu yang tersisa di perubahan APBD Kota Mataram, perlu ada terobosan yang dilakukan pihak Setda Kota Mataram. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi tiga asisten dengan garis koordinasinya masing-masing. Terhadap fenomena terjadinya proyek luncuran, lanjtut Didi harus dilihat secara objektif dan proporsional.

Artinya, kalau karena keadaan mengharuskan proyek itu diluncurkan, ia berpendapat, hal itu kondisional sifatnya. ‘’Karena untuk bisa melakukan luncuran, kan ada kondisi-kondisi yang bisa ditolerir,’’ terang politisi Partai Golkar ini. Namun sebaliknya, Didi mewanti-wanti agar semua SKPD tidak merekayasa kondisi yang mau tidak mau membuat proyek bersangkutan diluncurkan pada tahun berikutnya.

Untuk itu, dalam rentang eaktu yang tersisa di tahun 2013 ini, ia meminta kepada semua SKPD agar melaksanakan programnya secara all out sehingga target bisa tercapai sampai penghujung tahun ini. (fit)

Komentar