Jangan Menyalahkan Masyarakat

Muhtar

PENDANGKALAN sebagian besar drainase yang ada di Kota Mataram yang disinyalir akibat ulah masyarakat yang kerap menjadikan drainase sebagai ’’tong sampah’’, ditanggapi oleh anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Muhtar, SH. Ia tidak sependapat dengan Dinas PU yang menyebut masyarakat sebagai penyebab pendangkalan drainase yang ada di Mataram.

Kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu (5/10), Muhtar meminta Dinas PU Kota Mataram, untuk tidak selalu menyalahkan warga. Toh, Pemerintah selalu meminta partisipasi masyarakat bagaimana supaya Kota Mataram ini bersih. Ia justru mempertanyakan sejauh mana peran aktif pemerintah. Baik dalam mensosialisasikan kebersihan maupun menyiapkan sarana dan prasarana.

Menurut Muhtar, partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan, sudah cukup bagus. Bisa dikatakan 70 persen masyarakat Kota Mataram sudah berpartisipasi dalam hal kebersihan. Ini sejalan dengan jumlah pelanggan PDAM yang berasal dari Mataram. Pasalnya, dengan menjadi pelanggan PDAM, otomatis masyarakat sudah dipungut retribusi kebersihan.

‘’Nah, kemana arah-arah dana yang sudah ditarik itu,’’ tanyanya. Kalau memang pendangkalan drainase itu alasannya karena masyarakat banyak membuang sampah di sana, ia balik bertanya dimana peran aktif pemerintah untuk menyiapkan tempat sampah supaya masyarakat tidak sampai membuang sampah di sembarang tempat, apalagi di drainase.

‘’Jadi jangan selalu kita menyalahkan masyarakat membuang sampah sembarangan, sementara fasilitasnya tidak kita siapkan,’’ tandasnya. Bukan hanya diungut melalui rekening PDAM, masyarakat juga sudah banyak memberi kontribusi melalui lingkungan. ‘’Di rumah-rumah kita juga sudah dipungut uang sampah,’’ akunya.

Yang jelas, dengan melihat kontribusi masyarakat, harus ada jaminan sarana rasarana kebersihan, sehingga drainase tak lagi menjadi sasaran tempat membuang sampah. ‘’Jangan sibuk menyalahkan masyarakat, justru yang terpenting sekarang bagaimana pemerintah menyiapkan lahan untuk itu,’’ pungkas Muhtar.

Muhtar menyatakan, pendangkalan drainase merupakan PR (Pekerjaan Rumah, red) bersama. Tidak saja ketika terjadi pendangkalan, tetapi ketika drainase itu dibangun seharusnya ada pengawasan yang ketat dari pihak Dinas PU Kota Mataram. ‘’Kita harus mencari, apa penyebabnya. Misalnya baru selesai dilaksanakan, baru setahun sudah terjadi pendangkalan,’’ ujar politisi Partai Gerindra ini.

Hal itu, lanjut Muhtar akan menjadi bahan evaluasi Komisi III dan nantinya akan dipertanyakan kepada Dinas PU Kota Mataram. Pendangkalan drainase bakal menjadi bahan evaluasi penting bagi Dinas PU. ‘’Kalau kita lihat, apalagi curah hujan sekarang ini ndak terlalu tinggi,’’ cetusnya. (fit)

Komentar