Ahmad Tauhid |
KETUA Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Ahmad Tauhid,
SHI., menyatakan, pihaknya tidak mempersoalkan dianggarkannya ujicoba budidaya
rumput laut dalam perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013. ‘’Masalah
anggaran tidak jadi soal karena itu adalah kebutuhan. Masalahnya adalah, sejauh
mana program yang dianggarkan bisa terlaksana dengan baik,’’ ujarnya kepada Suara NTB via ponsel kemarin.
Dengan telah dianggarkannya ujicoba budidaya rumput
laut, mestinya program yang telah lalu harus dievaluasi, apakah berhasil atau
tidak. Jika gagal dan kemudian dianggarkan lagi, ia mempertanyakan bagaimana
tanggung jawab program yang sudah berjalan itu. Selain itu, ia juga
mempertanyakan bagaimana komitmen eksekutif dalam hal ini Dinas Pertanian
Kelautan dan Perikanan dalam merealisasikan program yang akan digulirkan dengan
berkaca pada kegagalan yang telah lalu.
Untuk itu, kata Tauhid seharusnya ada sanksi yang diberikan bagi pelaksana program yang gagal. ‘’Jangan
memelihara kegagalan dengan alasan yang macam-macam,’’ pintanya. Supaya tidak
tercipta kegagalan-kegagalan berikutnya, dalam hal ini menurutnya, harus ada
ketegasan dari Pemkot Mataram.
Kendati demikian, ia mengingatkan kepada kalangan eksekutif supaya tidak
takut pada kegagalan. Pada prinsipnya, anggota Komisi III DPRD Kota Mataram ini
mempersilahkan Dinas PKP melanjutkan program ujicoba budidaya rumput laut
tersebut. Hanya saja, ia menekankan untuk meningkatkan kinerja pelaksana
program yang kini menjadi sorotan berbagai kalangan.
Terkait pendapat nelayan setempat yang menyebutkan
bahwa pesisir Ampenan tidak cocok untuk pengembangan budidaya rumput laut,
Tauhid mengungkapkan, hal itu memang membutuhkan kajian yang mendalam. Tidak
hanya lokasi tapi juga potensinya. ‘’Sehingga tidak terkesan asal-asalan,’’
tandasnya. (fit)
Komentar