Khawatir Banjir

Sang Ketut Deresta

KINERJA Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kota Mataram, lagi-lagi menjadi sorotan. Pasalnya, sampah yang berasal dari drainase di sejumlah titik di Mataram, meluap hingga ke badan jalan, bersamaan dengan hujan yang mengguyur Kota Mataram dua hari terakhir ini.
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Sang Ketut Deresta kepada Suara NTB di kantornya, Rabu (16/10) kemarin mengungkapkan kekhawatirannya kalau curah hujan makin tinggi maka kondisinya bisa lebih parah dari yang ada saat ini. ‘’Saya khawatir akan banjir di mana-mana,’’ ungkapnya.
Ia mencontohkan jalur di sekitar Tanjung Karang, yang baru sekali diguyur hujan sudah meninggalkan genangan. Ia meminta Dinas PU Kota Mataram mengantisipasi hal ini. Mengingat sebentar lagi akan tiba musim hujan. Karenanya, sambung Deresta harus ada perhatian yang lebih serius dari SKPD-SKPD terkait. Seperti Dinas PU Kota Mataram, Dinas Kebersihan dan Dinas Tata Kota.
Dengan adanya perhatian serius dari tiga SKPD itu, ia berharap genangan tidak lagi menjadi pemandangan rutin di Kota Mataram. ‘’Sebab dalam setiap kali penganggaran kan tujuannya satu supaya mengurangi genangan,’’ terang politisi Partai Hanura ini. Ia menyimpulkan, kondisi yang berlangsung saat ini menunjukkan bahwa tujuan penanganan titik-titik genangan di Mataram, tidak tercapai.
Deresta juga mengkritisi penganggaran honorarium untuk tenaga harian lepas Dinas PU Kota Mataram yang selama ini diklaim bertugas membersihkan drainase-drainase yang ada di Kota Mataram. ‘’Tapi yang terlihat sekarang, itu semua tidak berjalan. Mengapa kami bisa bilang itu tidak berjalan, karena kami masih melihat ada tumpukan sampah,’’ imbuhnya.
Genangan yang terjadi di Mataram saat hujan mengguyur daerah ini, kebanyakan, kata dia, disebabkan sampah yang menghambat laju air di saluran. Hal ini, mengindikasikan bahwa drainase-drainase di Mataram, belum sepenuhnya berfungsi optimal. ‘’Drainase kita sangat belum beres,’’ tandasnya.
Ia mempertanyakan kesungguhan SKPD Kota Mataram menangani masalah drainase yang ada. Sebab, seperti diketahui, tahun 2013 ini Pemkot Mataram fokus pada pembangunan jalan dan drainase. Tetapi, ungkap Deresta, kinerja rekanan yang mengerjakan proyek jalan dan drainase masih mengecewakan, diduga akibat lemahnya pengawasan dari Dinas PU. (fit)

Komentar