ANGGOTA
DPRD Kota Mataram, HM. Tohri, S.Sos., meminta manajemen Hotel Lombok Raya
melibatkan masyarakat lingkar hotel tersebut. Ini menyusul adanya protes warga
Lingkungan Karang Tapen Kelurahan Cilinaya Kecamatan Cakranegara terhadap
penambahan bangunan berlantai tiga yang akan dibangun oleh pihak Hotel Lombok
Raya. Pun munculnya reaksi masyarakat hingga dipertemukan di Dinas Tata Kota
dan Pengawasan Bangunan, menurut dia, lantaran selama ini tidak ada pelibatan
masyarakat.
H.
Tohri yang dikonfirmasi Suara NTB di
DPRD Kota Mataram mengaku, sebelum menempuh upaya mediasi, ia selaku wakil
rakyat yang memang berasal dari Lingkungan Karang Tapen sempat didatangi warga.
Warga mengeluhkan pembangunan bangunan berlantai tiga yang akan dibangun pihak
Lombok Raya. Ia menilai apa yang dikeluhkan warga Karang Tapen wajar. Tingginya
bangunan yang berdekatan dengan pemukiman warga menimbulkan kekhawatiran
tersendiri. Masyarakat cemas kalau-kalau pengerjaan bangunan tiga lantai itu
bakal menggunakan alat berat seperti sebelumnya.
Dimana
kala itu, pembangunan menggunakan alat berat cukup meresahkan warga. Selain
getarannya terasa sampai kediaman warga, pengerjaan proyek itu juga dikerjakan
hingga larut malam. Berdasarkan pengaduan warga, anggota Komisi II DPRD Kota
Mataram ini lantas memediasi pertemuan warga yang rumahnya berdekatan dengan
hotel berbintang tiga itu dengan manajemen hotel dan juga Kepala Dinas Tata
Kota dan Pengawasan Bangunan.
Ia
menginginkan, mediasi tersebut menemukan solusi yang tepat, supaya tidak ada
satu pihakpun yang merasa dirugikan. Demikian halnya, dengan manajemen Hotel
Lombok Raya. Keberadaan hotel yang berlokasi di Jalan Catur Warga Mataram ini, dipandang
cukup strategis dalam menunjang event-event
bertaraf nasional yang sering diadakan di Kota Mataram.
Karenanya,
ia meminta supaya ada pelibatan masyarakat, sebab antara Hotel Lombok Raya
dengan warga Lingkungan Karang Tapen tentu akan menjadi tetangga dalam waktu
yang relatif lama. Untuk itu, sudah sepatutnya manajemen Hotel Lombok Raya
mengakomodir apa yang menjadi aspirasi warga setempat.
Hal
ini penting supaya masyarakat setempat juga merasa memiliki hotel tersebut. Ia
menyarankan dalam perekrutan tenaga kerja, agar memprioritaskan warga Karang
Tapen, lokasi di mana Hotel Lombok Raya berdiri. Meski bukan pada jabatan yang
membutuhkan skill khusus tentu masih ada jabatan lainnya. ‘’Jangan orang luar
saja yang diterima,’’ pungkas politisi Partai Hanura ini. (fit)
Komentar