Mataram
(Suara NTB) -
Kondisi
Kota Mataram yang relatif kondusif rupanya memberi kontribusi positif terhadap
target penerimaan pajak yang dikelola Dispenda Kota Mataram. Kepala Dispenda
Kota Mataram kepada Suara NTB,
kemarin mengaku, sejumlah item pajak andalan Kota Mataram terus ditingkatkan
targetnya.
‘’Untuk
triwulan III yang dikelola Dispenda Kota Mataram sudah memenuhi harapan,’’
akunya. Terhadap capaian itu, pihaknya lantas melakukan evaluasi. Sehingga pada
perubahan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2013, Dispenda meningkatkan target
penerimaan pajak. ‘’Tapi target itu Insya Allah akhir tahun bisa kami penuhi,’’
ujarnya.
Menghitung
mendekati realisasi. Ia mencontohkan pajak hotel dan restoran dalam APBD Kota
Mataram ditargetkan Rp 5,2 miliar, namun di perubahan APBD ditambah targetnya
menjadi Rp 9 miliar. Tingginya penambahan target dalam perubahan APBD Kota
Mataram ini, lanjut syakirin tidak terlepas dari gebyar PBB yang berlangsung
hingga Sabtu (5/10) hari ini.
Pihaknya
melihat kondisi perekonomian kekinian. Seperti bermunculannya hotel dan
restoran di Mataram, kata Syakirin tidak terlepas dari ditunjuknya Kota Mataram
sebagai Pusat Kegiatan Nasional. ‘’Itu sangat besar pengaruhnya sehingga kami
berani naikkan target,’’ cetus Syakirin. Bahkan, menyusul Akkopsi, dalam waktu
dekat ini Mataram kembali menjadi tuan rumah festival keraton nusantara.
Selain
pajak hotel dan restoran, juga pajak BPHTB (Bea Peralihan Hak atas Tanah dan
Bangunan). Potensialnya pajak BPHTB, demikian Syakirin, dipengaruhi stabilnya
kondisi keamanan di Kota Mataram. Sehingga kalangan pengusaha merasa nyaman
berinvestasi di Mataram. Ini dibuktikan dengan transaksi pertanahan cukup baik.
‘’Sehingga kami melakukan perubahan juga. Dari dulunya target kami hanya Rp
11,5 miliar, kami akan targetkan menjadi Rp 19 – 20 miliar,’’ terangnya.
Khusus
pajak yang dikelola Dispenda, jika pada APBD murni Kota Mataram tercatat hanya
Rp 37 miliar, sekarang dalam perubahan APBD Kota Mataram menjadi Rp 50 miliar.
Sementara itu itu, mengenai target penerimaan pajak pada tahun 2014 mendatang,
kata Syakirin, asumsi pihaknya hampir sama dengan perubahan APBD Kota Mataram
tahun ini. Nantinya, pada satu semester berikutnya, atau pertengahan tahun,
pihaknya akan kembali melakukan evaluasi.
‘’Gimana
sih kondisinya. Apakah kondisinya lebih baik lagi ataukah ada kondisi yang
mempengaruhi sehingga perekonomian mundur. Demikian pula dengan pajak
penerangan jalan. Dari target penerimaan pada perubahan APBD Kota Mataram
sebesar Rp 50 miliar, hingga saat ini, Dispenda telah mampu mencapai Rp 41
miliar. Melonjaknya penerimaan pajak sangat dipengaruhi oleh penerimaan PBB.
‘’Kan Bulan September itu banyak orang bayar dan posisinya hampir 100 persen,’’
ujarnya. (fit)
Komentar