Pemkot Mataram Disarankan Berinvestasi di Daerah Lain

Mataram (Suara NTB) -
Pemkot Mataram disarankan berinvestasi di daerah lain, manakala nantinya ujicoba budidaya rumput laut yang telah dianggarkan dalam perubahan APBD Kota Mataram tahun 2013, gagal. Demikian disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi menjawab Suara NTB di ruang kerjanya.

Apabila budidaya rumput laut bisa berkembang di Kota Mataram, lanjut Yeyen, tentu hal itu menjadi sesuatu yang sangat positif ke depannya. Tetapi kalau sebaliknya, bisa saja Pemkot Mataram berinvestasi di daerah lain. Misalnya di Lombok Barat atau daerah sekitar yang memungkinkan untuk itu. Ini melihat kecenderungan kabupaten/kota yang lain, sebab, rumput laut dilihat cukup menjanjikan profit (keuntungan), antara lain sebagai produk olahan.

‘’Saya berpikir, kegagalan kemarin itu tidak melalui sebuah studi,’’ ujar politisi Partai Hanura ini. Sehingga baru sekarang dilakukan studi. Andaikata tahun ini ujicoba rumput laut itu tidak berhasil, maka sebaiknya tahun depan tidak dianggarkan kembali. Kalau sebelumnya telah dilakukan ujicoba, kemudian tidak berkelanjutan, menurut dia, sama artinya pemborosan. Kecuali, ujicoba dilakukan secara bertahap. Tapi kalau mengulang ujicoba yang sama, katanya, sangat mubazir.

Pada bagian lain, Yeyenmengungkapkan, budidaya rumput laut ini sifatnya ujicoba atau penelitian lebih jauh tentang budidaya rumput laut, karena itu sifatnya eksperimen. Sehingga diharapkan dari hasil ujicoba itu, diketahui, apakah Mataram layak untuk pembudidayaan rumput laut atau sebaliknya. ‘’Karena kalau berangkat dari kasus kemarin, persoalannya adalah pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai spesifikasi. Ada dua kemungkinan, bisa berhasil bisa tidak. Karenanya, Pemkot Mataram lebih pada upaya pendalaman dan melakukan eksperimen,’’ terangnya.

Harus ada acuan sejauh mana cocok tidaknya budidaya rumput laut di Kota Mataram. Penilaian masyarakat bahwa sepanjang Pantai Ampenan tidak cocok untuk budidaya rumput laut, kata Yeyen, bisa dijadikan masukan. Karena nelayan yang berkecimpung tentu memahami bagaimana perilaku alam dan sebagainya. Tentu ada satu penelitian menggunakan teknologi.

Yang dipertimbangkan, demikian Yeyen, bukan saja budidaya rumput laut tapi juga nasib para nelayan. Apakah nanti dengan budidaya rumput laut, akan mengganggu aktivitas nelayan. Banyak hal yang harus diperhitungkan. ‘’Tapi itu harus dilihat sebagai upaya mencoba saja bukan program budidaya,’’ terangnya. Manakala hasilnya telah ada, harus dijadikan acuan apakah akan melakukan ujicoba atau tidak. (fit)

Komentar