Perjuangkan Jadi Jembatan Permanen

I Gusti Made Winantara

ANGGOTA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gusti Made Winantara mengaku terenyuh mendengar masih ada akses jembatan di Mataram yang terbuat dari bambu. Berbicara kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (7/10) kemarin, ia mengatakan, akses jalan untuk kepentingan masyarakat, harus mendapat perhatian semua pihak. Sehingga jelas, keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan oleh masyarakat Lingkungan Petemon Kelurahan Pagutan Kota Mataram.

Menurut Gusti, Pemkot Mataram dalam hal ini, seharusnya bisa berpikir kembali untuk memprogram ulang program yang betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung. ‘’Ya kasihanlah masyarakat, karena inikan satu-satunya akses. Apalagi setiap ada panen, ngangkut barang itu membutuhkan uang Rp 10 ribu untuk ngangkut, apa dong dapatnya petani. Kasihan juga masyarakat,’’ ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini meminta Pemkot Mataram memperhatikan hal-hal semacam ini. Tidak saja jembatan tapi juga akses jalan lainnya. Memang, lanjut Gusti, tidak semua bisa diperbaiki dalam waktu bersamaan. Namun demikian ia berharap ada skala prioritas. Artinya, mana yang merupakan akses ekonomi, akses untuk masyarakat kecil, itulah yang harus diutamakan.

Selain jembatan, Gusti juga mengingatkan penataan sungai dan drainase juga harus menjadi fokus Pemkot Mataram mengingat sebentar lagi akan memasuki musin hujan. ‘’Nah ini harus betul-betul menjadi perhatian. Karena pada tahun-tahun kemarin kita selalu mengalami genangan,’’ ucapnya. Meski bukan banjir, keberadaan genangan pada setiap musim hujan diyakini sangat mengganggu masyarakat. ‘’Ini sering sekali dikeluhkan oleh masyarakat,’’ cetusnya.

Karenanya, kata Gusti, Dewan sangat mengapresiasi langkah Pemkot Mataram seperti pengajuan pinjaman daerah di PIP. Ia berharap, pinjaman daerah di PIP itu menjadi sebuah solusi bagi Pemkot Mataram untuk lebih memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. ‘’Solusinya, ya pemerintah harus segeralah membantu,’’ imbuhnya

Alternatif yang ia tawarkan dengan membuatkan beton sebagai pengganti jembatan bambu di Lingkungan Petemon Kelurahan Pagutan. ‘’Untuk sementaralah. Kan kasihan masyarakat,’’ demikian Gusti. Keberadaan jembatan bambu tersebut, menurutnya menjadi evaluasi tersendiri bagi Pemkot Mataram. Yang jelas, ia melalui Komisi III DPRD Kota Mataram akan memperjuangkan jembatan bambu itu menjadi jembatan permanen pada APBD Kota Mataram tahun anggaran 2014 mendatang. (fit)

Komentar