Dispenda Sebut Revisi Kontrak Kerja PCF Kewenangan Sekda
Mataram
(Suara NTB) –
Seolah
‘’lepas tangan’’ terhadap sorotan kalangan DPRD Kota Mataram yang menyayangkan
kontrak kerja antara Pemkot Mataram dengan PT. Pasifik Cilinaya Fantacy (PCF)
tak kunjung direvisi sehingga berdampak terhadap penerimaan royalti Mataram
Mall, Kepala Dispenda Kota Mataram, HM. Syakirin Hukmi menyatakan, masalah
revisi kontrak kerja merupakan kewenangan Sekda Kota Mataram.
Ditemui
di ruang kerjanya Kamis (3/10) kemarin, Syakirin menyatakan, Sekda sebagai
pengelola barang milik daerah, maka dialah yang berhak melakukan revisi kontrak
kerja. ‘’Saya yang bisa saya komentari adalah tugas pokok saya. Untuk
barang-barang di luar tugas pokok saya, tidak bisa saya komentari,’’ ujarnya.
Namun
demikian, sambung Syakirin, pihaknya telah menyampaikan di sanalah letak
kewenangannya selaku pengelola barang milik daerah. Syakirin mengatakan, SKPD,
termasuk Dispenda hanya melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. ‘’Jadi untuk
itu (royalti, red) silahkan ke Sekretariat,’’ sarannya. Sekda, sambung dia,
dalam mengelola barang milik daerah dibantu oleh Bagian Umum.
Syakirin
tidak menampik bahwa sampai saat ini royalti Mataram Mall masih berkutat pada
angka Rp 150 juta per tahun. Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota
Mataram, YeyenSeprian Rachmat, SE., MSi., menyayangkan sikap Pemkot Mataram yang
masih berdiam diri terhadap stagnannya royalti Mataram Mall yang dikelola oleh
PT. Pasifik Cilinaya Fantacy (PCF). Sikap Pemkot Mataram ini akan menjadi tanda
tanya besar dan menjadi spekulasi baik bagi Dewan maupun masyarakat.
Menurut
Yeyen, sebetulnya sangat mudah untuk menghitung berapa royalti yang pantas
diterima Pemkot Mataram dari pengelolaan yang dilakukan oleh PCF. Kalau kontrak
kerja diperpanjang, maka besaran royaltinya harus dihitung ulang. Agar menjadi
kemanfaatan bagi masyarakat, Fraksi Hanura meminta perhitungan royalti Mataram
Mall berdasarkan persentase supaya tidak saling merugikan kedua belah pihak.
Dikatakan
Yeyen, untuk ukuran Rp 150 juta per tahun, dengan kapasitas Mataram Mall
seperti sekarang ini, jauh dari harapan. Itu belum berhitung lokal-lokal yang
disewakan di pusat perbelanjaan terbesar di Mataram itu. Pasalnya, semua blok
yang ada di Mataram Mall sudah jelas tarifnya. Bisa dilihat pula mana lokal
yang terisi mana yang kosong. Belum lagi penambahan lokal baru. (fit)
Komentar