Soal Royalti Mataram Mall

Hanura Ancam Gunakan Hak Interpelasi


Mataram (Suara NTB) -
Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Mataram mengancam akan menggunakan hak interpelasi kalau memang keinginan membentuk pansus kerjasama daerah yang telah diusulkan Komisi II DPRD Kota Mataram, tidak digubris.

Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi., kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (16/10) kemarin berpendapat, untuk persoalan royalti Mataram Mall, pihak DPRD Kota Mataram selayaknya mengoptimalkan semua alat kelengkapan Dewan.
''Bisa penyelesaiannya itu dari inisiasi komisi, bisa dalam skala terbatas dengan membentuk panitia khusus,'' terangnya. Pansus sendiri sebetulnya bertujuan supaya pembahasan royalti Mataram Mall bisa lebih khusus termasuk mendapatkan gambaran perhitungan secara teknis.
Tetapi, sambung Yeyen, manakala semua instrumen yang ada di DPRD Kota Mataram tidak bisa digunakan, maka ada instrumen lain yang bisa ditempuh, seperti hak interpelasi (hak bertanya) kepada Pemkot Mataram terkait kebijakan kerjasama antara Pemkot Mataram dengan PT. Pasifik Cilinaya Fantasy (PCF).
''Jadi itu (hak interpelasi, red) instrumen yang mungkin kita lakukan di DPRD Kota Mataram,'' tegasnya. Sebab, baik komisi maupun fraksi, katanya telah bersurat kepada pimpinan Dewan. ''Apapun sebenarnya, respon terhadap surat komisi harus dijawab dan dijelaskan. Karena itu harus diselesaikan sesuai mekanisme,’’ imbuhnya.
Interpelasi, lanjut anggota Komisi II DPRD Kota Mataram ini, adalah hak setiap anggota Dewan secara konstitusi. Dewan dalam hal ini, bekerja dalam koridor menjaga hak masyarakat. Fraksi Hanura katanya, sangat konsen terhadap peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) di Kota Mataram.
''Jadi kepentingan kami di sini adalah bagaimana Kota Mataram semakin berdaya dari sisi kemampuan finansial yang bersumber dari PAD,’’ ujarnya.
Untuk rencana hak interpelasi, Yeyen mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah anggota Dewan lainnya. Pada bagian lain Yeyen berharap pimpinan Dewan secepatnya merealisasikan solusi yang ditawarkan, kalau memang pilihannya tidak harus membentuk Pansus. (fit)

Komentar