Yakin Kemiskinan Meningkat

Lalu Suryadi (Suara NTB/fit)

MESKI Bappeda Kota Mataram menyatakan, bahwa meningkatnya anggaran penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram sebagai bentuk itikad baik Pemkot Mataram, namun kalangan Dewan memiliki pandangan yang berkebalikan. ‘’Saya yakin karena inikan indikatornya, anggaran penanggulangan kemiskinan itu meningkat, indikator dari tingkat kemiskinan itu juga meningkat,’’ kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mataram, Lalu Suryadi kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu (19/10).

 Penyebabnya, menurut Suryadi, angka kemiskinan yang telah ditangani hingga sekian persen merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat. ‘’Kenaikan BBM, harga dollar naik, gaji pegawai,’’ sebutnya. Hal ini, mau tidak mau, berdampak pada daya beli masyarakat dari yang tadinya mampu menjadi kurang mampu. ‘’Jadi kembali lagi,’’ cetusnya.

Sementara penanggulangan kemiskinan di Mataram tidak didukung dengan pembinaan keterampilan yang berkelanjutan. Faktor-faktor tersebut, menurut politisi PAN ini ‘’memaksa’’ semua pihak mengakui bahwa angka kemiskinan di Mataram memang bertambah. Suryadi melihat, kinerja TKPK (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) sering adu cepat dengan kebijakan pemerintah pusat.

Ia mentontohkan TKPK Kota Mataram sudah bekerja cukup baik, sebelum turunnya kebijakan pemerintah pusat. Namun di tengah jalan, tiba-tiba hadir kebijakan pemerintah pusat yang memang tidak bisa diprediksi kapan waktunya. Sehingga, mau tidak mau, warga yang tadinya sudah mulai mandiri, akan kembali menjadi miskin.

Untuk mengintervensi orang miskin supaya tidak miskin lagi, menurut Suryadi, para pihak harus menyamakan persepsi mengenai indikator kemiskinan itu sendiri. Yang paling penting, menurutnya, bagaimana masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari, terutama kebutuhan pokok. Seperti pangan, kesehatan dan pendidikan. Hal-hal itulah yang seharusnya menjadi acuan Pemkot dalam menciptakan program intervensi penanggulangan kemiskinan.

Sehingga, wajar saja kalau orang miskin yang menjadi sasaran program intervensi penanggulangan kemiskinan di Mataram, kemungkinan orang yang sama. Kebanyakan sebagai dampak ekspansi kebijakan pemerintah pusat. Suryadi mengimbau Pemkot Mataram untuk melakukan evaluasi terhadap pola penanganan kemiskinan. Salah satunya dengan jalan melakukan pembinaan secara terus-menerus supaya daya beli masyarakat bersangkutan meningkat dan tidak kembali menjadi miskin. (fit)

Komentar