Ada Unsur Kesengajaan

Sahram

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram, ST., angkat bicara terkait makin semrawutnya tata ruang di Kota Mataram. Menurut dia, pengamat dari manapun yang menilai tata ruang di Mataram ini, Kepala Dinas Takowasbang (Tata Kota dan Pengawasan Bangunan) Kota Mataram tetap berkilah tidak ada penyimpangan tata ruang.

‘’Karena memang apa yang menjadi tolak ukur, barulah sebatas Perda Tata Ruang Kota Mataram,’’ cetusnya. Sementara rencana detail (RD) belum ada sampai sekarang. Sahram yakin kalau RD tata ruang Kota Mataram sudah ada, maka sulit bagi Dinas Takowasbang untuk berapologi ini dan itu. Karena RD itu, merupakan pengaturan yang dilakukan per kelurahan.

Belum adanya RD tata ruang Kota Mataram menjadi celah yang kerap dimanfaatkan untuk ‘’menghalalkan’’ terjadinya penyimpangan di Kota Mataram. Bahkan Sahram menilai ada kesengajaan dari dinas terkait untuk melama-lamakan lahirnya RD tersebut. Namun demikian, komisi yang membidangi masalah pembangunan ini menekankan supaya RD ini bisa diuji publik selambat-lambatnya akhir tahun 2013. ‘’Karena anggarannya juga sudah ada,’’ imbuhnya.

Sahram membantah kalau RD ini bakal menyesuaikan dengan kondisi tata ruang Kota mataram yang terbilang sudah karut marut seperti sekarang ini. ‘’Ndak bisa, RD ini merupakan turunan dari Perda Tata Ruang Kota Mataram,’’ demikian politisi Partai Amanat Nasional ini. Dengan adanya RD nantinya, akan memudahkan Pemkot Mataram untuk mengawasi terjadinya penyimpangan.

Apalagi, kajian Unram sebelumnya, sambung Sahram telah menemukan adanya penyimpangan tata ruang sebesar 20 persen. ‘’Sementara yang ditolerir waktu itu hanya 12 persen, makanya Perda Tata Ruang kita (Mataram, red) sudah direvisi,’’ katanya. Sayangnya, implementasi dari Perda Tata Ruang Kota Mataram tersebut belum ditindaklanjuti dengan RD. ‘’Dan ini berlama-lama, sangat kita sayangkan,’’ pungkasnya.

Sahram melihat ada unsur kesengajaan untuk menunda-nunda lahirnya RD. Seharusnya, begitu Perda Tata Ruang ditetapkan, harus selalu diikuti RD. Sedangkan di Mataram, RD baru dianggarkan tahun 2013. ‘’Kitapun belum tahu progresnya sampai mana dari anggaran yang sudah kita berikan itu, tapi kita harapkan tahun ini tuntas,’’ ujarnya. (fit)

Komentar