Ajak Pejabat Jadi Orang Tua Asuh

MESKI Kota Mataram sudah lama mencanangkan program Wajar (wajib Belajar) 12 tahun, tapi angka putus sekolah di ibukota Provinsi NTB ini diyakini masih tinggi. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., kepada Suara NTB, Kamis (7/11) kemarin mengatakan, mengembalikan anak-anak ke sekolah adalah bagian dari program menuju kota layak anak.

Sejauh ini, sambung dia, LPA Kota Mataram dan Dewan Anak Mataram berkomitmen mengembalikan anak putus sekolah ke bangku sekolah. ‘’Kita harus memenuhi hak-hak anak. Salah satunya pemenuhan hak untuk mendapatkan pendidikan,’’ ujarnya. Masalah putus sekolah menurut politisi PDI Perjuangan ini, sejatinya bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah.

Katanya, tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Karenanya, harus ada keterlibatan masyarakat di dalamnya. Nyayu mengapresiasi upaya mengembalikan anak putus sekolah ke bangku sekolah yang telah dilakukan LPA dan Dewan Anak Mataram melalui program orang tua asuh. Dimana anggarannya berasal dari sumbangan masyarakat. ‘’Setelah mereka kembali ke bangku sekolah, kita back up dengan APBD,’’ terangnya.

Sayangnya, meski banyak pejabat di Mataram, berikut 35 anggota DPRD Kota Mataram, namun belum banyak yang mau menjadi orang tua asuh. ‘’Seharusnya semua pejabat dan Dewan jadi orang tua asuh,’’ tegasnya. Tetapi, dalam hal ini baik LPA Kota Mataram maupun Dewan Anak Mataram tidak pernah memaksa. Karena bagaimanapun, program tersebut bersifat sukarela.

‘’Tergantung keikhlasan masing-masing,’’ cetusnya. Padalah, Walikota Mataram telah menginstruksikan para pejabat untuk menjadi orang tua asuh tiga tahun lalu. Tepatnya sejak program orang tua asuh diluncurkan. Ironisnya, meski begitu belum banyak pejabat Kota Mataram yang tergerak hatinya untuk membantu anak putus sekolah kembali bersekolah.

Karenanya, dengan masih tingginya temua anak putus sekolah baik oleh LPA maupun Dewan Anak Mataram, Nyayu mengajak semua pejabat, baik di lingkup eksekutif maupun DPRD Kota Mataram untuk ikhlas menjadi orang tua asuh untuk mengembalikan mereka ke bangku sekolah. (fit)

Komentar