PANSUS Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan
Menengah) DPRD Kota Mataram mengakumi prestasi di bidang perkoperasian dan UMKM
yang dicapai Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan-keberhasilan Jatim dalam
mengelola dan mengembangan UMKM bisa menjadi referensi bagi Kota Mataram untuk
melakukan upaya-upaya serupa.
Demikian disampaikan Ketua Pansus pembahasan raperda
inisiatif DPRD Kota Mataram tentang Koperasi dan UMKM, Ahmad Tauhid, SHI.,
kepada Suara NTB, Jumat (9/11)
kemarin. Katanya, banyak hal yang dipelajari pansus di Jatim. ‘’Jatim menjadi
provinsi pemberdayaan koperasi dan UMKM terbaik di Indonesia,’’ sebutnya,
Dimana, sambung politisi PKS ini, Jatim telah memiliki
tidak kurang dari 29.263 koperasi dan 6,8 juta UMKM yang tersebar di kabupaten/kota.
Dalam pengembangan koperasi dan UMKM di sana, Pemprov Jatim menerapkan
kebijakan seperti membentuk koperasi wanita (kopwan) yang sekarang telah
berjumlah 8.600 Kopwan tang tersebar di desa-desa. Selain itu, adanya Jamkrida
atau jaminan kredit daerah.
Uniknya, tidak hanya mengembangankan koperasi dan
UMKM, Pemprov Jatim juga membentuk klinik UMKM. Seperti namanya, klinik UMKM
ini akan mengobati/melatih koperasi dan UMKM yang ‘’sakit’’ atau bermasalah.
Dibentuk pula bank khusus yakni Bank UMKM di samping Bank Jatim yang sudah ada
sebelumnya. Upaya-upaya tersebu, menurut Tauhid menggambarkan adanya komitmen
yang kuat dari eksekutif dan legislatif setempat dalam hal pemberdayaan ekonomi
kerakyatan.
‘’Ini terbukti dengan perkembangan UMKM yang mencapai
54 persen di Jatim,’’ sebutnya. Sedangkan, kata Tauhid, di Kota Mataram
pemberdayaan koperasi dan UMKM belum optimal. Indikasinya adalah, bantuan ke
koperasi dan UMKM ada, sayangnya pembinaan dan pendampingan masih sangat minim.
Sehingga, bantuan tersebut tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Tauhid juga mengaku prihatin, bahwa adanya waralaba di
Mataram justru tidak bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan. Ia meminta supaya
komitmen pemerintah dalam hal pemberdayaan ekonomi kerakyatan perlu ditingkatkan.
‘’Dengan perda inisiatif ini ingin kami bangun semangat pemberdayaan UMKM lebih
baik dari yang sudah berjalan. Sehingga upaya menjadikan ekonomi kerakyatan
sebagai pilar pembangunan Kota Mataram bisa tercapai,’’ pungkasnya. (fit)
Komentar