Sang Ketut Deresta |
PERNYATAAN
Kepala Dinas PU Kota Mataram, Ir. H. Mahmudin Tura yang mengatakan, kalaupun
ada pengerjaan drainase yang dilakukan pada saat musim hujan, semata-mata
karena kebetulan, mendapat tanggapan dari kalangan DPRD Kota Mataram.
Anggota
Komisi III DPRD Kota Mataram, Sang Ketut Deresta meragukan kalau pengerjaan
drainase yang diduga digarap pada saat musim hujan, hanya merupakan kebetulan.
‘’Saya pertanyakan ini. Jadi yang namanya kebetuan itu, hanya sekali,’’
tegasnya. Namun faktanya, menurut politisi Hanura ini, pengerjaan proyek
drainase di Kota Mataram selalu dikerjakan pada musim hujan. ‘’Kalau berulang
kali, itu namanya disengaja,’’ cetusnya.
Sebetulnya,
Deresta mengaku dirinya bosan membahas masalah drainase. Toh, Dewan sudah
sering berbicara tetapi tidak mendapat respon dari SKPD bersangkutan. Dalam hal
ini Dinas PU Kota Mataram. ‘’Kalau dibilang bosan, bosan saya bicara soal ini,
tidak pernah didengar,’’ ujarnya kesal.
Ia
mempertanyakan, mengapa anggaran untuk pengerjaan drainase selalu dianggarkan
pada perubahan APBD. Padahal, sebetulnya drainase itu bisa saja dianggarkan
dalam APBD murni. Sebab, ketika drainase dikerjakan secara tergesa-gesa, ia
memastikan kualitasnya akan buruk. Sehingga, belum setahun, drainase-drainase
di Mataram sudah banyak yang rusak.
Deresta
menegaskan, ia tidak percaya kalau pengerjaan drainase yang dilakukan pada
musim hujan hanya kebetulan saja. Menurut dia, jadwal bisa saja dirubah.
‘’Jangan sampai ketemunya pada kebetulan itu lagi,’’ imbuhnya. Dewan,
lanjutnya, pada posisi menunggu RAPBD. Kalau memang usulan perbaikan drainase
ada di APBD murni, tentu akan langsung diakomodir. Tetapi sejauh ini,
usulan-usulan itu justru tercantum di perubahan APBD. (fit)
Komentar