Kurang Produktif

Abdul Malik Thalib
KALANGAN DPRD Kota Mataram melihat adanya potensi yang besar di sektor reklame Kota Mataram kalau dikelola secara optimal. Namun, pengelolaan reklame di Mataram dinilai kurang produktif. Demikian penilaian anggota Pansus pembahasan raperda inisiatif DPRD Kota Mataram tentang pengelolaan reklame, Abdul Malik Thalib.

Kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (11/11) kemarin, Malik menyampaikan pihaknya mengagumi penataan reklame di Kota Surabaya. Disana, katanya, reklame-reklame tertata rapi. Mengapa bisa demikian? Karena, lanjutnya, Pemkot Surabaya sudah memiliki aturan main yang mengatur secara jelas dan tegas titik-titik reklame di kota pahlawan tersebut. Penataan reklame yang dilakukan dengan baik ternyata berdampak baik pula pada pajak yang dihasilkan. Sehingga, potensi pajak reklame juga terdata dengan rapi.

‘’Jadi jelas, mana titik-titik yang diperbolehkan untuk reklame dan mana yang tidak. Termasuk mana titik reklame khusus untuk reklame yang hanya sehari atau dua hari saja,’’ terang Malik. Artinya, sambung politisi PKS ini, tidak semua perempatan bisa menjadi titik reklame. Sayangnya di Mataram, pemasangan reklame terkesan seenaknya. Terlebih milik para caleg.

Di Mataram sendiri, kata Malik, tidak ada salahnya meniru aturan yang telah lebih dulu diterapkan Pemkot Surabaya. Sehingga, penempatan reklame tidak semrawut seperti sekarang ini. Pihaknya, tidak mengetahui seperti apa potensi pajak reklame di Kota Mataram. Pasalnya selama ini, Dinas Pertamanan tidak pernah memberikan data target berikut pencapaiannya.

‘’Jangan sampai ada yang tercecer apalagi sampai bocor,’’ ujarnya mengingatkan. (fit)

Komentar