Pertahankan Adipura, Wawali Minta Masyarakat Terlibat

Mataram (Suara NTB) -
Bertambahnya jumlah penduduk Kota Mataram dari waktu ke waktu rupanya membawa persoalan tersendiri bagi Pemkot Mataram. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam satu tahun ini saja jumlah penduduk meningkat sangat pesat dari sekitar 410 ribu menjadi 443 ribu jiwa. Penanganan sampah misalnya, tidak hanya terkait dengan kebersihan tapi juga kultur, infrastruktur dan aturan.

Demikian Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dalam arahannya pada roadshow yang dihadiri Camat/Lurah se-Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya di sebuah hotel di Mataram, Sabtu (24/11). Arahan tersebut didasarkan pula pada upaya Kota Mataram mempertahankan perolehan Adipura yang akan segera sampai pada penilaian tahap kedua. Rencananya penilaian tahap dua ini akan dilakukan oleh tim pusat pada Bulan Februari 2014 mendatang. Ia membantah, meski kebersihan lingkungan menjadi salah satu fokus perhatian Pemkot Mataram, hal tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan Adipura. Hanya saja menurut Mohan, aspek-aspek yang menjadi indikator penilaian Adipura itulah yang menjadi acuan Pemkot Mataram dalam bekerja.

Dalam hal ini, Camat/Lurah diharapkan mampu menggugah dan memberi dorongan kepada masyarakat untuk terlibat atau berinisiatif. "Sekuat apapun upaya yang dilakukan, kalau masyarakat tetap beranggapan semua merupakan tanggung jawab pemerintah, tidak akan bisa,’’ ujar Mohan.
                                   
Berkaitan dengan upaya perolehan Adipura 2014, dalam pertemuan tersebut Camat Cakranegara M. Salman Rusdi memaparkan program-program kerja yang dilaksanakan di wilayahnya. Diantaranya gotong royong yang disepakati untuk dijadwalkan dua kali dalam sebulan, khususnya di titik-titik pantau Adipura. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Sandubaya, Camat Sandubaya Lalu Syamsul Adnan menerapkan perang terhadap pembakaran sampah yang selama ini menjadi salah satu titik lemah dalam penilaian Adipura Kota Mataram. Kecamatan Sandubaya juga memfasilitasi lingkungan-lingkungan di wilayahnya untuk pembuatan awiq-awiq mengenai kebersihan lingkungan. (fit)

Komentar