REVITALISASI
eks Pelabuhan Ampenan, rupanya menyisakan kekecewaan di kalangan Komisi III
DPRD Kota Mataram. Kekecewaan Komisi III karena merasa tidak dilibatkan dalam
revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan. Terlebih dengan rusaknya fasilitas bermain
yang telah disiapkan Pemkot Mataram di sana.
Ketua
Komisi III DPRD Kota Mataram, Sahram, ST., yang dikonfirmasi wartawan, Senin
(25/11) kemarin mempertanyakan anggaran revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan yang
munculnya terkesan bimsalamim. Padahal, lanjutnya, pemutusan kerjasama dengan
PT. Gunung Lawoe Mercu Buana dilakukan setelah diketoknya APBD Kota Mataram
tahun anggaran 2013. ‘’Lalu kok
tiba-tiba ada anggaran di situ (APBD murni 2013, red). Kalau di APBD perubahan,
kami merasa tidak pernah membahasnya,’’ aku politisi PAN ini.
Sahram
mengaku tidak tahu sama sekali mengenai anggaran revitalisasi eks Pelabuhan
Ampenan. ‘’Bagaimana kami mau mengawasi, kalau anggarannya saja kami tidak
tahu,’’ ujarnya. Meski demikian, kalau terjadi kerusakan, katanya, Pemkot Mataram
harus secepatnya memperbaiki. Toh, masih ada masa pemeliharaan. Sehingga,
Pemkot Mataram tidak perlu berdalih masalah ketiadaan anggaran. ‘’Nggak usah
dibingungkan, nggak usah utak atik
soal tidak ada anggaran,’’ tandasnya.
Sahram
kembali menegaskan bahwa Komisi III tidak mengetahui soal anggaran revitalisasi
eks Pelabuhan Ampenan. Bahkan, hal ini juga telah ditanyakannya kepada semua
anggota komisi III dan mereka juga tidak ada yang tahu. Komisi III mengaku
tidak pernah dilibatkan dalam revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan. Baik
pelibatan dalam bentuk komunikasi maupun koordinasi.
Sebetulnya
komisi III menginginkan duduk satu meja bersama eksekutif terkait polarisasi
anggaran. Sayangnya, tiba-tiba anggaran itu sudah berjalan cukup jauh.
‘’Informasi informal yang saya terima, itu anggarannya keroyokan dari berbagai
SKPD,’’ demikian Sahram. (fit)
Komentar