HM. Noer H. Ibrahim |
MASIH
maraknya pemandangan gepeng (gelandangan dan pengemis) dan anjal (anak jalanan)
d Kota Mataram, membuat Wakil Ketua Komisi II DPRD Mataram, Drs. HM. Noer H.
Ibrahim, angkat bicara. ‘’Kita minta perhatian yang serius dari Dinas Sosnakertrans
(Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) mengenai penanganan gepeng dan anjal
ini,’’ ujarnya kepada Suara NTB di
Mataram, Jumat (13/12).
Dengan
masih mudahnya dijumpai gepeng dan anjal di sejumlah perempatan di Kota
Mataram, menurut Noer, merupakan indikasi Dinas Sosnakertrans belum bekerja. Padahal,
lanjut politisi Partai Golkar ini, baik Pemkot Mataram maupun Dewan justru
berharap Dinas yang dipimpin Drs. Anis Masyhur itu, bisa bekerja lebih
maksimal.
Noer
menyesalkan kalau Dinas Sosnakertrans justru menunjukkan kelemahannya dengan
tidak bisa menangani gepeng dan anjal secara tuntas. Ia mempertanyakan
pernyataan pihak Dinas Sosnakertrans yang menginginkan adanya perwal (peraturan
Walikota) untuk memperkuat implementasi Perda Kota Mataram tentang penanganan
gepeng dan anjal. ‘’Kenapa harus nunggu perwal, tidak perlulah banyak
retorika,’’ pintanya.
Ia
menyarankan kepada eksekutif khususnya Dinas Sosnakertrans untuk membenahi
manajemen internal. Sebab, dalam melaksanakan Perda Kota Mataram tentang
penanganan gepeng dan pengemis, Dinas Sosnakertrans tidak sendiri. Pemkot
Mataram punya Satpol PP yang bisa mendukung kerja Dinas Sosnakertrans dalam
penertiban gepeng dan anjal.
Apalagi,
sambung Noer, gepeng dan anjal yang ada di Mataram, kebanyakan berasal dari
luar Mataram. ‘’Pol PP ini menunggu perintah dari dinas. Kalau tidak ada
perintah, apa yang mau ditertibkan,’’ pungkasnya. Karenanya, ia berharap Dinas
Sosnakertrans meningkatkan koordinasi dengan Satpol PP guna dalam rangka
penanganan gepeng dan anjal.
‘’Kita
harapkan Dinas Sosnakertrans lebih maksimal,’’ cetusnya. Noer mengimbau Dinas
Sosnakertrans mencontoh cara kerja Walikota dan Wakil Walikota Mataram. Ia
menggambarkan cara kerja Walikota dan Wakil Walikota ibarat orang yang berlari
sambil memakai celana. Ini, sambungnya, dalam rangka percepatan pembangunan di
segalan bidang di Kota Mataram.
Komentar