KALANGAN
legislatif menyayangkan hingga saat ini MWP (Mataram Water Park) belum juga
termanfaatkan. ‘’Padahal sudah berapa miliar MWP ini menyedot anggaran. Apalagi
kita mau bicara PAD (Pendapatan Asli Daerah),’’ ujar anggota Komisi III DPRD
Kota Mataram, Ahmad Tauhid, SHI., menjawab Suara
NTB, Minggu (2/12) kemarin.
Politisi
PKS ini tidak menampik jika Dewanpun cukup dilematis menyetujui anggaran
pemeliharaan MWP yang diketahui bukan di satu SKPD saja. Pasalnya, jika tidak
dianggarkan pemeliharaannya, dikhawatirkan MWP bakal rusak. Sementara selama
dianggarkan ber tahun-tahun, sampai sekarang, kolam renang yang berlokasi di
Jalan Udayana itu belum memberikan kontribusi apapun.
Dewan,
kata Ahmad Tauhid, dari awal memang mendorong eksekutif menggandeng pihak
ketiga atau investor dalam mengelola MWP tersebut. Sebab, sambungnya, kalau
hanya mengandalkan APBD, jelas tidak akan mencukupi. ‘’Saya tidak mengerti
bagaimana model MoU eksekutif dengan pihak ketiga,’’ imbuhnya. Ia juga
mempertanyakan sejauh mana eksekutif memberikan kepercayaan kepada investor
dalam pengelolaan MWP.
Ahmad
Tauhid mengingatkan kalangan eksekutif untuk tidak muluk-muluk dulu menuntut
ini dan itu kepada investor. ‘’Jangan melihat bagaimana investor itu bisa
menyumbang banyak PAD, tetapi bagaimana investor mau masuk dulu,’’ terangnya.
Selanjutnya, masalah teknis tinggal dilakukan pembicaraan dengan investor
bersangkutan.
Sebetulnya,
lanjut Ahmad Tauhid, bukan saja persoalan MWP. Komisi III dalam rapat pembahasan
APBD 2014 juga meminta komitmen eksekutif terhadap aset-aset Kota Mataram yang
dikerjasamakan dengan pihak ketiga, seperti THR Loang Baloq. ‘’Tapi saya lihat,
komitmen eksekutif ini masih normatif,’’ cetus Ketua Fraksi PKS ini. Menurut
dia, harus ada keberanian dari pihak eksekutif untuk mencari investor.
Komentar