Data KPU Kota Mataram dan Dukcapil Selisih 2.000 Pemilih
Hasanuddin |
Mataram
(Suara NTB) –
Meski
sudah tiga kali melakukan penetapan DPT (Daftar Pemilih Tetap), rupanya
persoalan data pemilih di Kota Mataram, belum tuntas juga. Malah, belakangan
terungkap bahwa ada selisih data pemilih yang tidak kecil antara KPU Kota
Mataram dengan Dinas Dukcapil Kota Mataram.
Kasubbag
Program dan Data KPU Kota Mataram, Hasanuddin, SH., kepada Suara NTB di kantornya, Kamis (13/12) menjelaskan, data yang diterima
dari Dinas Dukcapil Kota Mataram terkait penduduk yang belum punya NIK (Nomor
Induk Kependudukan) adalah sebesar 12.000 penduduk. Data ini menurut pengakuan
pihak Dinas Dukcapil berasal dari Kementerian Dalam Negeri.
Sementara
itu, data pemilih yang belum punya NIK yang diterima dari KPU pusat lebih besar
dari data yang diterima Dukcapil. ‘’Kalau data yang kami terima dari KPU pusat
itu sebesar 14.000 pemilih belum punya NIK,’’ terangnya. Terhadap data pemilih
tak punya NIK ini, KPU Kota Mataram, sambung Hasan, tetap berkiblat pada data
yang dipegang KPU pusat.
Namun
demikian, informasi yang diterima KPU Kota Mataram kemungkinan masih ada
peluang melakukan pemutakhiran data pemilih. Saat ini, demikian Hasan, KPU Kota
Mataram masih menunggu edaran dari KPU pusat terkait hal tersebut. Pada bagian
lain, ia membantah kalau KPU Kota Mataram minim melibatkan aparat di tingkat
bawah seperti kepala lingkungan untuk meng up
date data pemilih.
‘’Mereka
(kepala lingkungan, red) tetap kita libatkan melalui PPK dan PPS,’’ imbuhnya. Disisi
lain, hasan menyatakan, warga yang tidak tercantum namanya dalam DPT bisa
dilayani hak pilihnya dengan menunjukkan E-KTP. Sayangnya sampai saat ini belum
ada kepastian kapan E-KTP dibagikan.
Sebelumnya,
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, I Wayan Sugiartha mempertanyakan pola
pemutakhiran data pemilih yang dilakukan KPU Kota Mataram diduga tidak
melibatkan kepala lingkungan. Katanya, kalaupun dilibatkan, sayangnya, data
dari kepala lingkungan tidak diakomodir dalam pemutakhiran data. Wayan juga
menyayangkan terjadinya perbedaan data pemilih antara KPU Kota Mataram dengan
Dinas Dukcapil. ‘’Kok bisa beda, padahal kan data kependudukan ini sumbernya
sama,’’ imbuhnya. (fit)
Komentar