Bukan Karena Malas


H. Didi Sumardi
MESKI sejumlah rapat paripurna di DPRD Kota Mataram kerap diwarnai kursi kosong, namun Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., mengklaim tingkat kehadiran anggota Dewan Lingkar Selatan ini mencapai 75 persen. Bahkan, untuk kondisi pascapileg, persentase kehadiran 75 persen sudah cukup baik.

‘’Kalau dianalogikan seperti orang sekolah, 75 itu nilainya B,’’ ujar Didi Sumardi menjawab Suara NTB usai memimpin paripurna di DPRD Kota Mataram Senin (23/6) kemarin. Ini, lanjut dia, merupakan kondisi yang dapat dimaklumi. Karena kondisi ini berbeda dari sebelumnya. Baik karena kondisi psikologis, maupun kondisi-kondisi lainnya.

Namun demikian, 25 persen anggota Dewan yang tidak hadir pada sejumlah paripurna, menurut Didi Sumardi, kondisinya sangat bervariasi. ‘’Bukan disebabkan oleh faktor malas dan berada di rumah,’’ terangnya. Ada beragam kondisi yang menyebabkan para wakil rakyat tidak menghadiri paripurna. Salah satunya, pada waktu bersamaan mereka tengah melaksanakan tugas di luar.

Baik dalam kapasitas sebagai alat kelengkapan Dewan maupun berhalangan hadir karena sedang menghadiri acara-acara tertentu. ‘’Ada juga hal-hal yang tidak bisa ditinggalkan seperti ada kematian, ada keluarga sakit,’’ katanya. Ketidakhadiran anggota Dewan dalam paripurna bukan berarti alpa. Mereka yang tidak hadir telah menginformasikan hal itu kepada pihak Sekretariat maupun melalui fraksinya.

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini memastikan kerja-kerja Dewan tetap berjalan normal. Dewan tetap mengawal agenda yang ada. Hal itu menandakan komitmen Dewan masih kuat untuk mengakhiri masa jabatan secara husnul khotimah. ‘’Meninggalkan hasil yang baik, kesan yang baik dan nantinya bisa menjadi catatan yang baik bagi semua pihak, termasuk masyarakat,’’ pungkasnya.

Didi Sumardi tidak menampik, tingkat antusiasme para anggota Dewan berbeda dengan sebelumnya. ‘’Sama seperti ketika PNS akan memasuki masa pensiun, itu antusiasnya kan berbeda,’’ cetusnya. Itu, katanya, sangat manusiawi dan dapat dimaklumi. Ia mengapresaiasi tingkat kehadiran Dewan yang mencapai 75 persen. Pasalnya jika dibandingkan dengan DPRD lainnya, tinggkat kehadiran anggota DPRD Kota Mataram, jauh lebih baik. (fit)

Komentar