Delapan Fraksi Soroti Kegagalan Mataram Raih WTP



KURSI KOSONG - Rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kota Mataram diwarnai banyak kursi kosong. Dari 35 anggota DPRD Kota Mataram hanya 20 orang yang menandatangani daftar hadir. Parahnya lagi, beberapa anggota Dewan tiba sangat terlambat, mencapai pukul 12.07 Wita. padahal paripurna itu diagendakan pukul 10.00 Wita. (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) –
Kegagalan Kota Mataram meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), masih saja menjadi buah bibir. Bahkan delapan dari sembilan fraksi di DPRD Kota Mataram, menyoroti kegagalan tersebut. Dari sembilan fraksi di DPRD Kota Mataram, kecuali Hanura, tidak satupun fraksi yang tidak mengulas pengelolaan aset Kota Mataram yang diduga karut marut yang berbuntut pada opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) yang didapatkan Kota Mataram.

Fraksi Partai Demokrat dalam pemandangan umum fraksinya yang dibacakan oleh Ehlas, SH., mengatakan, Pemkot Mataram melalui BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) harus mengoptimalkan pengelolaan aset daerah. Selama ini pengelolaan aset Kota Mataram belummendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil pemeriksaan BPK, dimana Mataram masih mendapatkan opini WDP untuk laporan keuangan tahun anggaran 2013.

Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya, Drs. HM. Noer Ibrahim menyatakan dukungan langkah-langkah perlunya dilakukan evaluasi, perbaikan dan peningkatan kinerja pengelolaan keuangan bagi seluruh SKPD secara menyeluruh dan melingkupi semua aspek yang secara material merupakan ruang lingkup audit BPK.

Khusus untuk belum optimalnya pengelolaan aset daerah, kata Sekretaris Fraksi PDIP, I Gusti Made Winantara , pihak melihat Pemkot Mataram sudah melakukan langkah yang tepat, yaitu inventarisasi aset dan telah menetapkan regulasi. Ia menyarankan pejabat pengelola aset daerah hendaknya pegawai pilihan yang memiliki kesadaran, kemauan, keahlian dan tanggungjawab terhadap tipoksinya.

Sekretaris Fraksi PAN, Drs. Lalu Nurudin Marzuki mengatakan, pengelolaan aset daerah yang masih menjadi kendala utama meraih WTP, harus didukung oleh SKPD yang baru di tahun 2014. BPKAD dalam melaksanakan tugasnya harus didukung dengan SDM yang handal dan memiliki kemampuan di bidang pengelolaan aset.

‘’Mataram baru mendapat opini WDP. Mengapa pemerintah belum mencapai WTP, apa kendala dan upaya pemerintah,’’ tanya Ketua Fraksi PPP, Drs. HM. Husni Thamrin, MPd dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha. Namun demikian, Fraksi PKS, kata Abdul Malik Thalib saat membacakan pemandangan umum fraksinya, berharap Walikota dapat meningkatkan pada tahun yang akan datang, dari WDP menjadi WTP dengan jalan optimalisasi aset daerah dengan prinsip transparan dan akuntabel.

Senada dengan PKS, Ketua Fraksi Partai Gerindra, I Gde Sudiarta berharap dengan adanya BPKAD maka pengelolaan aset milik Kota Mataram dapat diinventarisasi dengan baik. Sebab, menurut Fraksi Peduli Indonesia seperti disampaikan I Gusti Ngurah Ayu Ratu, SPd., masalah aset merupakan masalah klasik yang selalu muncul ke permukaan saat BPK melakukan pemeriksaan. Bahkan masalah aset ini sangat sulit mendapatkan penyelesaian.’’Kami menghapkan kepada Pemkot Mataram untuk terus menerus melakukan pembenahan terhadap sistem yang dipergunakan dalam mengelola aset daerah dan harus sinkron dengan sistem yang dipergunakan dalam pengelolaan keuangan daerah,’’ tandasnya. (fit)

Komentar