Dinilai Lamban dan Tidak Serius


Dewan akan Panggil Sekda Terkait Aset

Mataram Suara NTB –
Tidak kunjung selesainya persoalan aset di Kota Mataram membuat dewan gelisah. Bahkan komisi I DPRD Kota Mataram berencana memanggil Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said, MM., untuk meminta penjelasan terkait kisruh aset Kota Mataram.

Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Drs. HM. Husni Thamrin, MPd., yang ditemui di DPRD Kota Mataram, Sabtu (14/6) mengaku akan memanggil Sekda Kota Mataram terkait persoalan aset, dalam minggu ini. Dewan menginginkan ada kesepahaman antara dewan dengan eksekutif terkait aset Kota Mataram. Dewan menginginkan adanya penjelasan dari eksekutif mengenai aset yang dilengkapi dengan data dan fakta.

Ia menilai eksekutif sangat lamban dalam menyelesaikan persoalan aset di Kota Mataram. ‘’Kenapa kita tidak dapat WTP (Wajar Tanpa Pegecualian), kita lamban mengurus masalah aset,’’ ujarnya. Husni mempertanyakan penyebab lambannya penuntasan masalah aset di Kota Mataram, apakah berkaitan dengan sdm yang tidak menguasai persoalan ataukah penyebab lainnya.

Untuk dapat mengelola aset dengan baik, menurut husni, idealnya Pemkot Mataram harus memiliki database yang jelas soal aset. Sayangnya kinerja menginventarisir aset di Kota Mataram sangat lemah. Dengan pola pengelolaan aset seperti saat ini, ia berkeyakinan tidak akan ada peningkatan grade dari WDP (Wajar Dengan Pengecualian) menjadi WTP.

Apalagi, banyak aset kedaluwarsa yang menjadi temuan BPK. Hal ini, sambung Husni menunjukkan ketdakseriusan eksekutif dalam mengelola aset daerah. Baik aset bergerak maupun aset yang tidak bergerak. ‘’Pisahkan aset yang ada bendanya dengan yang tidak ada bendanya,’’ sarannya. Dengan begitu, kalau aset yang tidak ada bendanya, bisa dilakukan pemutihan atau penghapusan aset, tentunya dengan persetujuan DPRD Kota Mataram.

‘’Dengan adanya BPKAD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kita harapkan ada darah baru untuk menyelesaikan persoalan aset di Kota Mataram,’’ terangnya. Karena selama ini, dewan melihat eksekutif mengelola aset masih secara parsial. Termasuk temuan aset Kota Mataram dan Lobar di selatan Loang Baloq seluas 20 hektar diharapkan dapat diselesaikan secepatnya. ‘’Kita berharap tidak ada permainan dalam persoalan ini,’’ tandasnya.

Sebelumnya Sekda Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said menegaskan tidak ada aset Kota Maaram yang tercecer. Temuan aset Lobar dan Kota Mataram di selatan Loang Baloq, katanya, bukan tercecer melainkan belum tercatat dalam daftar aset Kota Mataram. (fit)

Komentar