Dinas
Kebersihan Dinilai Masih Jadi SKPD ''Anak Tiri''
Mataram
(Suara NTB) –
Minimnya
fasilitas kebersihan yang disediakan oleh Pemkot Mataram, seolah tidak
terbantahkan. Minimnya pengadaan fasilitas kebersihan, mulai dari armada
angkutan sampah sampai TPS (Tempat Pembuangan Sementara) tidak terlalu
mengherankan. Pasalnya, Dinas Kebersihan Kota Mataram sejauh ini dinilai masih
menjadi SKPD anak tiri.
Ini
terlihat dari jomplangnya porsi kue anggaran yang diberikan Pemkot Mataram
kepada Dinas Kebersihan jika dibandingkan SKPD lainnya. Ketua Fraksi Partai
Hanura DPRD Kota Mataram, Yeyen Seprian Rachmat, SE., MSi., kepada Suara NTB mengungkapkan, Kota Mataram sampai
saat ini belum bisa maksimal dalam upaya meningkatkan kebersihan daerah ini.
Oleh
karena itu, ia menyarankan dilakukannya evaluasi terhadap semua item yang
berhubungan dengan upaya mewujudkan Kota Mataram yang bersih. ‘’Apakah
tenaganya yang kurang ataukah memang belum optimal dalam bekerja,’’ ujarnya. Menurut
Yeyen keseriusan sebuah daerah untuk mewujudkan daerah yang bersih, bisa
dilihat dari alokasi anggaran dan fasilitas yang tersedia. Termasuk masalah
SDM.
‘’Kalau
beberapa hal tidak memenuhi kriteria, berarti belum serius,’’ cetusnya. Dewan,
lanjut Yeyen, sangat wellcome terhadap peningkatan angagaran kebersihan. Termasuk
anggaran untuk pengadaan kendaraan pengangkut sampah. Sebab, kalau sampai ada
TPS yang sampahnya jarang diangkut, itu merupakan indikasi ada masalah dalam
upaya penanganan kebersihan.
Memang,
Adipura merupakan salah satu bentuk penghargaan oleh institusi yang lebih
tinggi terhadap terhadap kinerja Pemda yang berhubungan dengan kebersihan. ‘’Ini
harus kita apresiasi secara sungguh-sungguh. Bentuknya, marilah kita kelola
kebersihan dengan baik,’’ ajaknya.
Hal
senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, I Wayan Sugiartha yang
menyatakan, secara umum kondisi Kota Mataram dari segi kebersihan bisa
dikatakan masih jauh dari harapan. Namun demikian, sebelumnya Wakil Walikota
Mataram, H. Mohan Roliskana menyatakan, Adipura bukan menjadi orientasi dan
prioritas pihaknya untuk diraih. Ada atau tidak penghargaan Adipura ini tegas
Mohan, pihaknya tetap bekerja untuk meningkatkan kualitas perkotaan.
Toh,
bagi daerah yang mendapatkan Adipura, tak ada kompensasi yang didapatkan dari
pemerintah pusat, hanya berupa tropi atau piagam. Namun diakui jika dilihat
dari aspek politis, penghargaan Adipura ini dinilai penting. (fit)
Komentar